Musim hujan sudah tiba. Diperkirakan bulan November hingga Februari curah hujan akan tinggi. Nah, tentunya semua sudah mempersiapkan diri.

Khususnya bagi Anda yang memiliki kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Yang pasti persiapkan kelengkapan kendaraan dengan sebaik-baiknya, termasuk kondisi kendaraan juga harus terawat dan dalam kondisi prima.

Selain itu, perluas wawasan Anda dengan mengetahui teknik berkendara saat musim hujan. Dengan begitu Anda akan memiliki pengetahuan dalam berkendara saat hujan.

Satu hal yang harus diingat saat Anda terjebak banjir atau genangan air yang tinggi, pastikan untuk tidak mencoba menghidupkan mesin kendaraan.

Saat terjebak di tengah banjir, sangat penting untuk tidak menyalakan mesin mobil karena dapat mengakibatkan kondisi water hammer pada mesin yang akan memperparah kerusakan.

Water hammer adalah kondisi di mana mesin tidak bisa menyala karena ada air yang masuk ke dalam ruang bakar atau sistem pelumasan sehingga kompresinya tidak bisa berjalan.

Jangan menerobos banjir. Apabila sengaja menerobos banjir sehingga kendaraan menjadi rusak, maka kendaraan tersebut masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi.

"Apabila berada di genangan air sebisa mungkin tinggalkan kendaraan, kunci kendaraan, tunggu hingga air surut," kata Donni Gandamana, Direktur PT Asuransi Adira Dinamika Tbk.

"Selanjutnya menghubungi pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki," ujar Donni.

Disarankan juga agar pemilik kendaraan mengasuransikan kendaraannya dengan perlindungan menyeluruh agar bisa mendapatkan manfaat yang luas.