Tidak setiap keputusan adalah pemenang.

Tahun ini sangat liar. Pandemi virus corona membekukan kehidupan sehari-hari di seluruh dunia pada bulan Maret, termasuk industri otomotif yang terus berkembang.

Fiat Chrysler Automobiles dan PSA Group mengumumkan kemitraan di bawah bendera Stellantis. Ford menghidupkan kembali ikonnya dengan Bronco 2021.

General Motors menghidupkan kembali nama Hummer, memasang lencana GMC di bagian depan, dan menjadikannya EV.

Namun, tahun 2020 tidak dapat menghentikan beberapa pembuat mobil untuk mengambil langkah yang salah.

Hubungan GM dengan Nikola gagal, sementara BMW menawarkan layanan berbayar yang bikin pemilik mobil harus memilih antara kursi berpemanas atau Netflix.

Untuk menutup tahun ini, berikut enam kesalahan produsen mobil di tahun 2020.

Bencana GM dengan Nikola Corp.

Nikola Badger electric pickup truck

Siapa yang bisa menyalahkan General Motors (GM) karena ingin berkencan dengan startup kendaraan listrik?

Pembuat mobil lawas dan pembuat EV baru telah berpasangan tahun ini seperti remaja sebelum pesta prom.

Ford dan Rivian menjadi panas dan berat. Hyundai dan Rimac semakin mantap. Dan rumor seputar industri adalah bahwa Nissan mengincar Hercules.

Untuk beberapa alasan aneh, GM menemukan cinta pada pandangan pertama dengan Nikola Corp., sebuah startup EV yang menjanjikan truk pickup bertenaga hidrogen dan listrik serta trailer semi-traktor di masa depan.

Investasi sebesar 2 miliar dolar AS diumumkan dan GM menjadi mitra produksi untuk pick up Badger masa depan Nikola.

Hanya satu masalah kecil: GM kedapatan tidak melakukan uji tuntas setelah sebuah laporan diterbitkan oleh Hindenburg Research bahwa Nikola dan CEO Trevor Milton adalah penipu.

GM mencoba bijak dan berdiri di samping mitra barunya. Namun bulan madu mereka berlangsung kurang dari dua bulan ketika seluruh kemitraan dibatalkan dan Badger terbunuh begitu saja (bahkan tidak pernah hidup).

Untuk menyelamatkan muka, kedua belah pihak menandatangani perjanjian baru bagi GM untuk memasok Nikola dengan powertrain sel bahan bakar hidrogen untuk semi-truk masa depan (juga bukan hal yang nyata). Tetapi itu memiliki peluang yang sangat kecil untuk diwujudkan.

Pertanyaan besarnya adalah mengapa GM memilih Nikola ketika ada begitu banyak startup EV yang lebih mapan dan menjanjikan di luar sana?

Fisker, Lucid, Faraday Future. Silakan pilih - masih ada lagi. Tapi GM bersikeras Nikola harus menjadi mitranya, dan seketika itu juga reputasi GM terpukul.

–John Neff, Editor-in-Chief


Kia Ganti Nama Optima

2021 Kia K5 Badge

Awal tahun ini, beredar kabar bahwa generasi berikutnya dari Kia Optima tidak akan memakai Optima. Sebaliknya, Kia akan menyebutnya K5.

Kia akan menghentikan nama Optima yang telah digunakan sejak model tersebut diperkenalkan di Amerika.

Ini adalah langkah aneh yang mematikan nama dan pengenalan merek yang telah dibangun oleh Kia selama dua dekade.

Memang, nama K5 lebih sesuai dengan apa yang ditawarkan perusahaan di negara asalnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pembuat mobil telah beralih dari nama alfanumerik yang telah digunakan oleh pembuat mobil Jerman selama beberapa dekade.

Lincoln adalah salah satu orang pertama yang meninggalkan skema semacam itu, menyusul Cadillac yang mengumumkan langkah yang sama pada akhir 2019.

Itulah yang membuat perubahan Kia semakin menarik.

Tidak jelas apakah Kia berencana untuk mengganti nama seluruh jajarannya di Amerika, meskipun Kia menawarkan model yang memakai nama yang terinspirasi K di Korea Selatan. Forte, Cadenza, dan K900 masing-masing disebut K3, K7, dan K9.

–Anthony Alaniz, Contributing Writer


Jeep Masukan Hemi V8 ke Wrangler

2021 Jeep Wrangler Rubicon 392 Front View

Aturan nomor satu dalam bisnis: tanggapi pesaing Anda, tetapi jangan bereaksi.

Tanggapan adalah proses yang dipikirkan dengan baik, sedangkan reaksi bersifat spontan dan jarang demi kepentingan terbaik perusahaan, cenderung emosional.

Itulah tepatnya yang dilakoni Jeep Wrangler Rubicon 392 yang bereaksi cukup keras terhadap kehadiran Ford Bronco.

Terus terang, ini adalah langkah putus asa dari sebuah produsen mobil.

Ya, orang-orang ada yang menukar mesin V8 lalu menjadikannya Wrangler dan ada beberapa perusahaan aftermarket yang menawarkan hal seperti itu.

Mereka adalah pelanggan yang sangat spesifik yang membangun Wrangler khusus untuk tujuan yang sangat spesifik.

Kemungkinan tidak ada hubungannya dengan apa yang paling dinikmati oleh audiens Wrangler.

Off road dan rock crawling adalah aktivitas dengan kecepatan lambat di mana persneling, kemampuan manuver, ground clearance, dan torsi lebih penting daripada persoalan akselerasi atau kemampuan untuk melakukan burnout pada gigi kedua.

Seluruh situasi menjadi semakin canggung dengan kata-kata Jeep sebelumnya tentang mesin V8 yang tidak pas digunakan Wrangler.

Wrangler Rubicon 392 bukanlah Wrangler yang populer, kecuali bagi segmen kecil pencinta fanatik Mopar. Model ini juga tidak dibuat untuk menjadi pengisi rekening bank Jeep.

Model ini dibangun hanya untuk merecoki kebahagiaan Ford Bronco yang kebanjiran order pemesanan hingga lebih dari 190.000 reservasi.

Sayangnya, rencana ambisius itu gagal karena hingga di penghujung tahun 2020 ini orang-orang masih berbicara tentang Bronco hampir setiap hari, sementara Wrangler Rubicon 392 telah menghilang dari radar.

–Chris Smith, Contributing Writer


Cadillac Beri Opsi ke Dealer

2023 Cadillac Lyriq Front

Cadillac membuat langkah berani di akhir tahun ini. Cadillac mengizinkan dealer memilih untuk tidak melakukan upgrade yang diperlukan untuk mempersiapkan EV mereka yang akan datang.

Selain itu Cadillac juga menawarkan pembelian kepada mereka. Hampir seperlima dealer Cadillac memilih keluar. Pemberian opsi kepada dealer tersebut dinilai sebagai langkah yang salah perhitungan.

Cadillac Lyriq akan menjadi kendaraan listrik pertama yang akan tiba pada tahun 2023. Sementara seluruh jajaran Cadillac direncanakan menjadi kendaraan serba listrik pada tahun 2030.

Jika Cadillac ingin memantapkan dirinya sebagai merek EV mewah, dia harus menawarkan layanan pelanggan yang sempurna.

GMC menyiapkan Hummer serba listrik, meskipun hanya sekitar setengah dari dealer GMC yang telah menandatangani kontrak untuk menjual EV, perusahaan tersebut mengatakan tidak akan menawarkan pembelian.

Pembuat mobil dapat membuat kendaraan yang luar biasa, tetapi pengalaman dealer yang buruk dapat menghalangi kesuksesan penjualan kendaraan baru.

–Anthony Alaniz, Contributing Writer


Tesla Remehkan Pejabat Publik 

Tesla Model Y

Tesla mengambil langkah sembrono dengan meremehkan bahaya virus Covid-19 dan memasok jenis ventilator yang diduga salah ke rumah sakit.

Komentar Elon Musk terhadap pandemi virus korona juga terkesan meremehkan. Yang terburuk, Tesla ngotot untuk membuka pabriknya di Freemont meski pejabat publik California melarangnya.

Kesan buruk tentang Tesla tidak hanya itu saja. Laporan Washinton Post mencatat untuk pekerja yang tidak nyaman bekerja di kantor bisa melakukannya di rumah.

Ironinya, tercatat dua pekerja menerima pemberitahuan pemutusan hubungan kerja ketika mereka tidak masuk.

Dari perspektif bisnis, dapat dimengerti mengapa Tesla ingin membuka kembali pabriknya secepat mungkin. Namun, keputusan tersebut tampak mengerikan.

Tesla bahkan merasa lebih mengetahui tentang bagaimana mengatasi pandemi ketimbang pejabat medis dari Departemen Kesehatan.

–Chris Bruce, Contributing Writer


Ambisi BMW dengan Layanan Berbayar

2021 BMW 5 Series: Debut

BMW mengumumkan awal tahun ini rencana ambisiusnya.

Produsen mobil Jerman itu mengisyaratkan bahwa mereka dapat memasang fitur perangkat keras tertentu pada kendaraannya dan kemudian pemilik kendaraan dapat mengaksesnya melalui layanan berbayar.

Fitur yang ditawarkan tersebut meliputi remote start, kursi pemanas, power seat memory, dan banyak lagi.

BMW pertama kali mulai menambahkan fitur langganan dalam mobil dengan menempatkan Apple CarPlay.

Pelanggan membayar lebih dari 80 dolar AS (Rp1 juta) setahun untuk mengakses layanan. Namun itu tidak bertahan dan BMW mundur dari layanan berlangganan pada akhir 2019.

Namun, hal itu tampaknya tidak menghalangi perusahaan untuk menambahkan layanan berbayar dalam mobil.

Karena teknologi terus menyusup ke mobil, produsen mobil mungkin lebih tertarik untuk memonetisasi fitur tertentu melalui layanan berbayar.

General Motors telah menemukan kesuksesan besar dengan OnStar dan mendapat pelanggan tetap yang cukup banyak.

Layanan berbayar ada di mana-mana dan terus berkembang. Jadi masuk akal jika pembuat mobil mencoba ikut serta dalam permainan.

Namun, biaya bulanan sebesar 10 hingga 15 dolar AS dapat dengan cepat bertambah. Hingga suatu hari orang harus memutuskan antara memiliki Netflix atau kursi pemanas selama sebulan.

–Anthony Alaniz, Contributing Writer