Jodohnya untuk mesin pembakaran, selain bensin atau solar, adalah oli. Dimasukkan ke mesin dan berfungsi sebagai pelumas saat dapur pacu bekerja.

Datang saja ke bengkel kecil di mana pun, kita akan melihat berbagai merek oli ditawarkan. Bahkan, sampai ada toko khusus oli pula.

Begitu pentingnya dalam memilih oli karena berdampak langsung pada keawetan mesin kendaraan kita.

Saat memilih itulah, pentingnya kita memahami cara membaca kode di botol oli sebelum memutuskan untuk memakainya untuk mesin kita.

Paling diutamakan tentu saja indeks kekentalan yang ditetapkan oleh Society of Automotive Engineers (SAE).

Oli di era modern sudah bersifat multigrades alias bisa dipakai di suhu yang bervariasi. Makanya ditulisnya, misalnya, 5W-30, 10W-40, sampai 20W-50.

Makin besar angka pada W (Winter), berarti makin kental pula olinya. Oli yang encer lebih cocok untuk daerah dengan suhu rendah, sedangkan di Indonesia sedikit berbeda.

Bisa saja memakai oli yang encer. Mesin jadi lebih lancar bergerak tapi bisa lebih cepat panas pula.

Berbeda jika memakai oli yang lebih kental karena gesekan bisa lebih terjaga dan cocok untuk mesin yang sudah berumur.

Saat oli kental itu dimasukkan ke mesin, suaranya bisa lebih halus. Pergerakan komponen yang sudah tak presisi karena termakan usia bisa menimbulkan suara.

Dengan oli yang kental itu, sudah bisa lumayan diredam. Lalu, perhatikan pula kode lain yang untuk mobil tertulis S (Spark) untuk mesin bensin dan C (Combustion) untuk mesin diesel. Meski, ada pula beberapa produk oli yang bisa dipakai baik untuk mesin bensin dan diesel.

Ini ditulis dalam dua huruf, paling lazim kita bisa menemukan SL. Artinya, jika huruf kedua makin menjauh dari awalan dan mendekati ujung alfabet, makin bagus kualitasnya.

Level ini ditetapkan oleh API (American Petroleum Institute). Maka itu, biasanya dituliskan API Service SL.

Ini berlaku untuk oli sepeda motor tapi ada kode lain yang ditambahkan, yaitu untuk jenis kopling yang dipakai.

Untuk klasifikasi ini, lembaga yang mengeluarkan bernama JASO (Japan Automobile Standard Organization).

Lalu ada tambahan MA untuk kopling basah seperti motor bebek dan motor kopling. Lalu, MB untuk motor matik Yamaha atau Honda yang koplingnya tak terendam oli.

Memang, saat kita ingin membeli oli, tinggal tanyakan saja kepada pegawai toko, lalu berapa harganya. Tapi, alangkah baiknya kita bisa paham sendiri.