Ban merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang memiliki fungsi strategis. Ban satu-satunya komponen yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan.

Karena itu ban memiliki karakter yang berbeda dengan komponen lainnya, termasuk tentang bagaimana kita mengatur tekanan udara dalam ban, memilih ban yang cocok dengan kebutuhan berkendara, dan lain sebagainya.

Untuk bisa mendapatkan perjalanan yang aman dan menyenangkan, ban harus sesuai dengan karakter kendaraan.

Biasanya, pabrikan mobil selalu merekomendasikan ban yang sesuai dengan karakter mobil yang diproduksinya.

Baik itu ukuran ban, besarnya tekanan udara yang dibutuhkan, hingga cara perawatan ban. Biasanya itu diinformasikan lewat kode-kode yang ada pada ban.

Sebelumnya, Anda harus paham karakter ban yang direkomendasikan oleh pabrikan.

Informasi tersebut biasanya disampaikan pada buku petunjuk (manual book) kendaraan, di dekat rangka pintu pengemudi, di glove box door, atau ditutup bahan bakar.

Pada tempat tersebut akan ditemukan informasi mengenai ban kendaraan Anda. Mulai dari ukuran ban, jenis ban, dan tekanan ban yang direkomendasikan.

Ada kode-kode pada ban yang juga harus dipahami, agar ketika mengganti ban, Anda bisa membeli ban yang sesuai dengan karakter kendaraan.

Masing-masing produsen ban memiliki kode yang berbeda-beda. Namun pada hakikatnya semuanya memberikan informasi mengenai ban yang dibutuhkan.

Kode pada ban memuat beberapa informasi penting, yaitu: jenis ban kendaraan, lebar ban, aspek rasio ban, konstruksi ban, rim diameter, load index, dan speed rating.

2020 Aston Martin DBS Superleggera Terbang: Review
Memilih ban harus perhatikan rekomendasi pabrikan mobil

Berikut ini adalah contoh kode pada ban Bridgestone: P225/70R16 91S.

Jenis ban kendaraan
Huruf P merupakan kependekan dari P-metrik yang berarti ban untuk mobil penumpang, yang mencakup mobil sedan, minivan, SUV, dan truk pick up ringan lainnya.

Selain huruf P, ada juga huruf LT yang artinya ban untuk truk ringan. Ban ini dirancang untuk digunakan pada kendaraan yang membawa barang berat atau menarik trailer.

Ada juga huruf ST yang berarti ban untuk trailer khusus, dan kode T yang artinya ban cadangan. Kode-kode tersebut merupakan sebutan yang dibuat oleh Tire and Rim Association.

Lebar ban
Selanjutnya kode angka 225 yang merupakan informasi mengenai lebar ban dalam satuan milimeter (mm). Angka 225 berarti lebar ban tersebut 225 mm. Lebar ban diukur dari satu dinding samping ke sisi yang lainnya.

Aspek rasio ban
Setelah angka 225 dan garis miring, tertera angka 70. Itu merupakan kode aspek rasio ban. Yang memuat informasi mengenai tinggi profil ban.

Aspek rasio ini disampaikan dalam bentuk persentase. Produsen ban menghitung aspek rasio dengan membagi tinggi ban dari velg dengan lebar ban.

Kode 70 memiliki arti tinggi ban adalah 70 persen dari lebar ban.

Konstruksi ban
Selanjutnya, kode R pada ban memiliki arti ban radial. Ada dua jenis konstruksi ban yaitu Radial (menggunakan kode R) dan Diagonal atau Bias Ply (menggunakan kode D).

Ini merupakan istilah teknis dan tidak semua konsumen bisa memahaminya secara menyeluruh.

Sangat disarankan untuk didampingi oleh teknisi ban berpengalaman saat memilih ban agar Anda mendapatkan penjelasan langsung dari sang teknisi ban.

Tire shop worker pulling tyre off rack
Saat memilih ban perlu pendampingan dari teknisi ban berpengalaman

Diameter ban
Kode selanjutnya yaitu angka 16. Ini merupakan kode diameter ban dalam ukuran inci. Beberapa ban tersedia dalam ukuran 14 inci, 15 inci, 16 inci, bahkan 35 inci.

Index ban
Setelah angka diameter ban, angka selanjutnya merupakan kode untuk index beban. Sama dengan konstruksi ban, kode index beban merupakan istilah teknis.

Namun, rata-rata dimulai dengan angka 60 hingga 179. Angka tersebut mewakili daya dukung beban mulai dari 250 kg hingga 7750 kg.

Tapi, sekali lagi, ini adalah istilah teknis, dan masing-masing produsen ban memiliki kualifikasi sendiri. Karena itu pendampingan oleh teknisi ban berpengalaman saat memilih ban sangat disarankan.

Peringkat kecepatan
Setelah index beban, kode selanjutnya merupakan kode untuk nilai kecepatan yang ditunjukan dalam bentuk huruf.

Ban dengan kode rating kecepatan S memiliki nilai hingga 180 km/jam, yang artinya ban tersebut masih nyaman dipacu dalam kecepatan 180 km/jam.

Sementara kode R berarti ban bisa dipacu hingga 170 km/jam. Namun, harap diingat dan diperhatikan dengan seksama bahwa itu bukan kecepatan yang disarankan.

Bagaimanapun juga Anda harus mengikuti dan mematuhi batas kecepatan yang diberlakukan di jalan. Anda tidak boleh seenaknya memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi yang berpotensi membahayakan.

Perlu diingat, bahwa kode di ban tersebut tidak seragam dan masing-masing produsen ban memiliki ciri tertentu, misalnya Michelin menggunakan kode ban 225/50R16 92Y, atau Goodyear yang menggunakan kode 225/55R17 101W.

Kode di atas merupakan kode yang wajib ada pada ban sebagai panduan agar orang bisa memahami karakter ban yang dipilihnya. Sekali lagi, memilih ban tidak boleh sembarangan.

Anda harus memperhatikan rekomendasi pabrikan mobil dan didampingi teknisi ban berpengalaman agar Anda bisa menemukan ban yang sesuai dengan kendaraan Anda serta tetap aman dan nyaman dalam berkendara.