Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa waktu belakangan ini membuat kita harus waspada, apalagi di saat pandemi sekarang ini.

Kondisi ekstra waspada juga harus dialami oleh para pengendara sepeda motor. Pengendara motor harus menjaga kondisi kesehatannya agar tetap fit dan memiliki imunitas yang baik agar terhindar dari terpapar Covid-19.

Kehujanan saat berkendara sepeda motor tentunya akan sangat mengganggu. Pengendara harus berhenti sejenak untuk berteduh atau jika membawa jas hujan, perjalanan bisa dilanjutkan dan terhindar dari kondisi basah kuyup.

Lalu, jas hujan apa yang bisa menjadi pilihan bagi para pengendara motor agar tetap bisa melanjutkan perjalanan meski hujan turun.

Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora menyampaikan pengendara sepeda motor bisa memilih jas hujan model setelan, yang terdiri dari setelan jaket dan celana.

"Jas hujan seperti ini memudahkan kita untuk bergerak dan menutup seluruh bagian tubuh kita dengan pas serta tidak mengganggu pengendara lain atau orang yang di bonceng," katanya.

Ludhy menyarankan untuk menghindari penggunaan jas hujan model ponco. Jas hujan model ponco memang memiliki ukuran yang besar dan bisa melindungi pengendara.

Tapi jas hujan model ponco memiliki risiko besar yaitu bisa tersangkut pada roda motor atau kendaraan lain. Kondisi tersebut bisa menyebabkan kecelakaan bahkan menimbulkan korban jiwa.

Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih jas hujan:

1. Ukuran jas hujan
Pastikan memilih jas hujan yang sesuai dengan ukuran tubuh. Jangan terlalu besar atau kecil.

Jika Anda sehari-hari menggunakan tas daypack, ukur jas hujan yang juga bisa melindungi tas Anda. Atau, Anda bisa membeli rain cover untuk tas yang dijual terpisah dengan jas hujan.

2. Perhatikan kualitas jahitan
Jas hujan kebanyakan dijahit dan untuk menghindari rembesan air hujan biasanya ditambahkan dengan lapisan pelindung di bagian dalam jas.

Anda harus memeriksa kualitas jahitan dengan seksama terutama pada bagian celana agar terhindar dari rembesan air hujan.

3. Pilih bahan jas hujan yang nyaman
Ada beberapa jenis bahan jas hujan, yaitu plastik, bahan PVC, bahan parasut, dan nylon. Masing-masing bahan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Jas hujan berbahan plastik, memiliki harga yang murah tapi tidak awet dan hanya bisa digunakan beberapa kali saja. Tidak cocok untuk hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara jas berbahan PVC tidak tebal dan ringan, tapi mudah robek.

Untuk bahan parasut memiliki sifat antiair yang baik, ringan, dan halus. Hanya saja ukurannya cukup besar jika dilipat.

Untuk bahan nylon cocok biasanya dikombinasikan dengan lapisan dalam yang membuat nyaman pemakainya. Namun harus diperiksa sebelum membeli karena bahan ini menggunakan jahitan manual dan dipres.

4. Pilih jas hujan yang berwarna terang
Warna terang akan sangat membantu dalam kondisi hujan karena mudah terlihat oleh pengendara lain.

Jika tidak ada warna terang, bisa memilih jas hujan yang dilengkapi bahan scotlight untuk keamanan berkendara.

Berkendara saat hujan butuh konsentrasi dan kewaspadaan tinggi. Jika curah hujan sangat lebat, sebaiknya berhenti berkendara dan cari tempat berteduh yang aman, meski menggunakan jas hujan.

Bagaimanapun juga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan berkendara harus diutamakan.