Memanaskan mobil sudah pasti jadi kebiasaan sebelum berkendara. Namun, ada juga beberapa cara yang salah saat melakukan hal tersebut.

Salah satu contohnya adalah memanaskan mobil di dalam garasi yang sepenuhnya tertutup.

Ini adalah tindakan yang cukup berbahaya. Alasannya berkaitan dengan zat karbon monoksida yang terdapat pada sisa pembakaran bahan bakar mobil.

Jadi, ada baiknya Anda membuka garasi terlebih dulu sebelum menyalakan mobil, atau sekalian membawanya keluar untuk dipanaskan.

Jika gas sisa pembuangan tadi terhirup, ada beberapa gejala tidak nyaman yang bakal dirasakan oleh tubuh Anda. Di antaranya adalah sakit kepala, pusing, lemas, pandangan kabur, mual, dan muntah.

Ketika kandungan karbon monoksida di dalam paru-paru terlalu banyak, mungkin bisa muncul gejala lebih berat seperti sesak napas, nyeri dada, denyut nadi semakin cepat, bahkan pingsan.

Hal itu disebabkan karbon monoksida yang mulai menggantikan peran oksigen di dalam tubuh.

Kemampuan karbon monoksida untuk terikat dengan sel darah merah mencapai 200-250 kali lebih tinggi dibandingkan oksiden.

Apabila itu terjadi, lama-lama tubuh akan kehilangan oksigen dan organ tubuh bisa rusak.

Lantas bagaimana tips menyalakan dan memanaskan mobil yang baik dan aman? Mengutip Daihatsu Indonesia, berikut tiga caranya:

1. Buka pintu garasi saat menghidupkan mobil

Seperti yang sudah disinggung tadi, usahakan membuka pintu garasi ketika hendak menyalakan dan memanaskan mobil.

Lalu, pastikan posisi knalpot sudah mengarah ke udara bebas sehingga gas buangan tidak bercampur dengan udara di dalam rumah.

Tentu akan lebih baik jika garasi Anda memang terpisah dari ruangan utama di dalam rumah, sehingga udara tidak terkontaminasi.

Bagi yang masih berencana membangun garasi di rumah, pastikan pintunya mudah dibuka agar tidak malas saat memanaskan mobil.

2. Cukup panaskan mobil selama beberapa menit

Mobil dipanaskan dengan tujuan agar menjaga komponen-komponen di dalamnya tetap bekerja dengan baik.

Saat mobil dihidupkan, oli akan kembali melumasi celah-celah mesin sehingga komponen mesin tersebut tidak mengering.

Meski demikian, mobil tak perlu dipanaskan terlalu lama. Idealnya, cukup beberapa menit saja, sekitar 10-15 menit.

3. Panaskan mobil tanpa menginjak pedal gas

Anda juga perlu tahu bahwa memanaskan mobil cukup dengan dinyalakan saja.

Ya, tidak harus sambil menginjak gas, karena hal itu justru akan memicu lebih banyak residu bahan bakar keluar dari knalpot.

Jika posisi mobil masih di dalam garasi, risiko keracunan karbon monoksida tentu akan lebih besar dan lebih berbahaya buat tubuh Anda.