Musim hujan masih terjadi pada akhir bulan Februari 2021. Sejumlah wilayah dan kota di Indonesia pun masih kerap dihampiri hujan sedang hingga lebat dalam waktu yang cukup sering. Cairan wiper pun jadi komponen yang cukup penting di samping wiper itu sendiri.

Padahal bisa dibilang pengguna tak rutin dalam menggunakan cairan wiper ini. Lantas apakah tetap harus menjaga volume cairan satu ini pada wadahnya?

Tentu saja. Karena ada sejumlah dampak yang berbahaya jika Anda menyepelekan wiper fluid ini. Mulai dari pembersihan kaca oleh wiper jadi tidak maksimal hingga keretakan pada wadah penampungnya.

Inilah sejumlah masalah yang timbul jika kita menyepelekan dan tak pernah memperhatikan kondisi air wiper:

1. Jarak pandang terbatas

Kerja wiper yang akan menyapu air di permukaan kaca akan dapat maksimal jika tak ada kotoran yang menempel. Jika ada kotoran yang menempel maka tugas cairan wiper lah yang akan membersihkannya.

Bayangkan jika di tengah perjalanan yang hujan dan cairan tersebut menipis atau bahkan habis. Tentu wiper tidak bisa maksimal dalam membersihkan kaca depan dan jarak pandang pun jati terbatas.

2. Mencegah goresan

Seperti yang disebutkan pada point pertama tadi bahwa kotoran akan sulit larut jika tak ada wiper fluid.

Bukan cuma tampilan mobil jadi jelek dan jarak pandang terbatas, kotoran yang menempel dan dipaksa untuk tersapu wiper justru bisa berpotensi menggores permukaan kaca.

Untuk itulah sangat penting kotoran tersebut dilarutkan oleh wiper fluid. Sebab kaca yang tergores juga bisa berdampak pada visibilitas yang jadi terganggu saat berkendara malam hari.

3. Nosel tersumbat

Membiarkan wadah penampung wiper fluid kosong terus menerus artinya tak ada aktivitas pada salurannya. Hal ini berpotensi membuat tumpukan kotoran dan debu pada nozzle wiper.

Jika komponen penyemprot cairan tersebut sampai tersumbat maka bisa ditebak, kerja wiper sulit dibantu wiper fluid dalam membersihkan kaca depan. Nozzle yang mampet harus dilakukan perbaikan.

4. Wadah mudah pecah

Lokasinya yang berada di ruang mesin ditambah beberapa pemilik mobil ada yang mengabaikan cairan wiper bisa jadi membuat wadahnya kering dan kosong.

Ternyata kondisi ini berpengaruh pada material wadah tersebut. Wadah yang selalu kosong ternyata membuat materialnya yang sering kepanasan mudah retak atau bahkan pecah. Lain halnya jika ia terisi dengan cairan, tentu tak mudah retak.

Itulah sejumlah hal yang menghantui jika Anda mengabaikan yang namanya cairan wiper. Pada musim hujan seperti sekarang ini, komponen ini jadi salah satu bagian yang penting dalam menunjang keselamatan mengemudi.