Banyak hal terjadi pada 1989. Di Amerika Serikat (AS), masa kepresidenan Ronald Reagan berakhir, digantikan George Bush senior.

Serial kuis populer Hollywood Squares terhenti di jaringan televisi, sedangkan Seinfeld memulai debutnya.

Pindah ke tanah air, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah perdana Piala Sudirman dan langsung menyabet gelar juara turnamen bulutangkis bergengsi itu.

Selain itu, periode transformatif tersebut juga melahirkan beberapa rekayasa teknik dan desain paling radikal dalam industri sepeda motor.

Salah satu buktinya adalah Yamaha Morpho Concept.

Diperkenalkan pada Tokyo Motor Show 1989, Morpho Concept adalah penggabungan estetika futuristik dan sistem suspensi Rotational Advanced Design Development (RADD) karya James Parker.

Perancang didikan Universitas Standford tersebut memimpikan RADD sebagai alternatif dari garpu teleskopik yang digunakan saat itu.

Dengan memisahkan fungsi kemudi dari aksi suspensi, RADD bisa menghilangkan kebutuhan terhadap kepala kemudi, dan memungkinkan para desainer untuk menurunkan pusat gravitasi sepeda motor.

Galeri: Yamaha Morpho dan Morpho 2 Concept

Fitur itu sangat menguntungkan bagi DK Dynamics Design Group, yang ditugaskan Yamaha untuk merakit konsep tersebut.

Hasilnya adalah paket yang sangat aerodinamis, secara sempurna memasangkan bodywork futuris era 1980-an dengan sistem suspensi yang tidak lazim.

Sepeda motor ini bahkan dilengkapi knalpot yang terintegrasi ke fairing, juga setang yang dapat disesuaikan, jok, serta pasak kaki.

Kemampuan penyesuaian itu membuat Yamaha memilih pelat nama Morpho, terinspirasi dari kupu-kupu Morpho yang bisa berubah warna di bawah pencahayaan berbeda.

Menyasar skena superbike, Morpho mengandalkan mesin inline four 1.003cc, yang menghasilkan 110 daya kuda dan kecepatan tertinggi 190 mil/jam (305 km/jam).

Sayangnya, konsep tersebut tidak pernah masuk ke jalur perakitan.

Yamaha sempat berusaha membangkitkannya melalui Morpho 2 pada 1991, tapi hasil yang diperoleh sama saja.

Meskipun Morpho Concept urung terwujud, setidaknya suspensi RADD kreasi Parker berhasil mencapai sport-tourer Yamaha GTS1000.

Namun, model tersebut juga hanya bisa dinikmati dalam jangka pendek, sebelum Team Blue menghentikannya pada 1999.

Bahkan pada periode singkat tersebut, sistem RADD mungkin lebih identik dengan dua konsep Morpho. Bagaimanapun, kedua desain itu merupakan produk dari awal dan akhir sebuah era.