Cara merawat mobil saat pandemi memang tidak mudah, karena rasa malas. Pandemi yang berlangsung saat ini membuat pola aktivitas masyarakat berubah total.

Dari yang tadinya selalu keluar rumah pakai mobil tiap hari buat bekerja, sekarang makin jarang atau bahkan sama sekali tak lagi pergi ke tempat kerja karena diarahkan untuk bekerja di rumah atau work from home (WFH).

Alhasil, mobil yang dimiliki lebih sering nganggur di rumah. Kalau pun dipakai mungkin hanya di akhir pekan.

Itu pun pastinya makin jarang frekuensinya karena orang lebih memilih menghabiskan weekend di rumah ketimbang harus berhadapan dengan risiko terpapar virus corona di tempat umum.

Sekilas, tidak ada yang salah dengan membiarkan mobil menganggur tanpa dipakai. Toh malah hemat bahan bakar. Pandangan ini tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar juga. Mengapa?

Sebab, mobil merupakan aset yang memerlukan perawatan dan operasional. Jadi, apabila mobil tersebut hanya digunakan sesekali atau bahkan nyaris tak pernah dipakai, artinya mobil tersebut akan menjadi beban, di mana Anda hanya akan melakukan pengeluaran pasif untuk sesuatu yang tidak produktif.

Sebetulnya, memiliki kendaraan adalah suatu hal yang tidak mudah di saat pandemi ini. Namun, tentunya Anda tetap membutuhkan mobilisasi yang aman untuk bepergian bukan? Kalau gitu, yuk simak ini tips cara merawat mobil saat pandemi dari Carsome!

1. Ini tips saat tidak menggunakan mobil dengan rutin

Tak banyak orang yang mengetahui cara merawat mobil dengan baik saat pandemi. Seperti kita tahu, memasuki new normal mobil menjadi jarang dipakai.

Nah, karena sering tidak dipakai inilah mobil bisa mengalami beberapa masalah yang jarang dikenali dengan baik.

Mobil yang menganggur bisa mengalami kerusakan pada aki, kurangnya tekanan angin pada ban, macet pada rem, dan banyak lagi lainnya.

Jadi, jika dalam waktu tak lama lagi Anda merasa akan membutuhkannya lagi untuk aktivitas rutin atau harian, sebaiknya berilah perhatian khusus pada mobil Anda.

Caranya adalah memanaskan mesin mobil secara rutin, melakukan pengecekan rutin. Pada prinsipnya, jangan biarkan menganggur dan tidak dihidupkan dalam waktu lama di dalam carport atau halaman rumah.

2. Lakukan pembersihan secara berkala

Mobil yang dibiarkan terparkir dalam waktu lama akan diselimuti debu dan kotoran. Jadwalkan pembersihan secara berkala, misalnya saja sekali dalam seminggu untuk menyedot debu dari jok dan karpet, dan mengelap bagian dashboard serta door trim dengan lap pembersih yang lembut.

Nah, saat mencuci mobil perhatikan untuk mencuci bagian interiornya dengan cara yang tepat.

3. Pastikan mobil diparkir di lokasi aman

Mendiamkan mobil di rumah maupun area sekitar rumah bukan berarti tidak ada resiko sama sekali. Meskipun memarkir mobil di garasi, Anda tetap harus memberikan pengamanan ekstra, sebut saja kunci stir mobil, alarm mobil, dan kunci gembok pada pintu garasi Anda.

Berbeda halnya untuk mobil yang diparkir di tepi jalan lantaran garasi sudah diisi dengan mobil lain. Bukan cuma resiko dari kehilangan yang Anda hadapi, namun juga risiko kerusakan cat dan bodi mobil akibat panas dan hujan.

Oleh karena itu, Anda perlu memberikan cover atau penutup pada mobil yang diparkir di tempat tanpa atap.

Risiko tersebut belum seberapa. Sebab, ketika diparkir di tepi jalan, risiko tergores kendaraan lain yang lalu lalang pun bisa saja menimpa mobil Anda.

Oleh karena itu, Anda perlu memberikan proteksi kepada mobil Anda. Simak pada poin ke-4.

4. Meski tak digunakan, tetap berikan proteksi

Walaupun hanya menganggur tak pernah dipakai, sebaiknya tetap berikan proteksi dalam bentuk asuransi mobil. Sebab, hanya asuransi mobil yang bisa memberikan perlindungan finansial kepada Anda, terutama dari tindakan pencurian kendaraan.

Memberi proteksi pada kendaraan adalah salah satu cara merawat mobil dengan jitu, lho! Ini pun bisa meningkatkan harga jual mobil dan membuat mobil cepat laku saat Anda jual.

Asuransi mobil yang sebaiknya dipilih adalah asuransi mobil total loss only (TLO). Ini adalah asuransi yang akan menghindarkan Anda dari kerugian finansial apabila mobil sampai hilang dicuri.

Karena, mobil yang menganggur, meskipun ada di rumah, belum sepenuhnya aman dari risiko pencurian.

Lalu, mengapa tidak asuransi all risk atau comprehensive yang memberikan perlindungan lebih luas, bukan hanya kehilangan saja? Sebab, lantaran mobil Anda hanya menganggur di rumah, risiko mobil mengalami kecelakaan sangatlah kecil.

Sehingga, asuransi mobil TLO yang lebih terjangkau preminya, lebih disarankan buat Anda.

5. Ketimbang menganggur, manfaatkan untuk menambah pemasukan

Untuk poin yang satu ini, semua tergantung kepada kondisi pekerjaan utama Anda dan ketersediaan waktu Anda. Jika merasa punya waktu lebih, Anda tentu bisa mencari penghasilan tambahan dengan menjadikan kendaraan Anda sebagai transportasi online.

Walau tak punya waktu untuk menjalankannya sendiri pun, Anda bisa menyewakannya kepada orang lain untuk dijadikan taksi online. Jadi, orang lain yang bekerja dengan aset Anda, dan Anda tinggal menikmati dari bagi hasilnya.

Tetapi, perlu diketahui, Anda harus berkonsultasi dengan pihak asuransi terkait perubahan fungsi mobil Anda. Perusahaan asuransi Anda akan melakukan penyesuaian premi ketika kendaraan Anda dialihfungsikan menjadi mobil komersial.

Jangan sampai hal ini dilakukan setelah mobil sudah terlanjur dipakai untuk keperluan angkutan online. Sebab, asuransi tentu tidak dapat menanggung risiko yang akan terjadi.