Piala Eropa 2020 atau Euro 2020 sudah memasuki babak 16 besar. Mereka terdiri dari juara dan runner-up grup plus empat tim peringkat tiga terbaik.

Banyak dari konstestan Euro 2020, khususnya di babak 16 besar ini yang memiliki merek mobil. Sebut saja Jerman dengan seabrek merek yang berasal dari sana.

Bicara Jerman, juara Eropa tiga kali itu sering diasosiasikan sebagai tim Diesel. Disebut demikian karena tim Jerman lama panasnya, mirip karakter mesin Diesel.

Berdasarkan satu asosiasi itulah kami tergelitik untuk mengklasifikasikan kontestan 16 besar Euro 2020 sesuai karakter mesin mobil saat ini.

Mercedes GLC 300 4Matic EQ Power

Mobil Listrik

Ini khusus mobil listrik murni. Kendaraan masa depan yang sudah dibuat dalam berbagai jenis. Mulai dari supercar hingga truk dan bus.

Karakter mobil listrik adalah tenaganya yang instan. Cocok sekali dialamatkan untuk Italia dan Belgia.

Dua tim yang masuk dalam unggulan di ajang ini. Bayangkan, dalam penyisihan grup saja, mereka selalu menang dengan skor yang besar.

Pas dengan supercar listrik saat kita menginjak pedal akselerator, tenaga instan langsung melesatkan mobil dengan akselerasi yang sangat tinggi.

Masalahnya, mobil listrik masih terkendala jarak tempuh. Ini menarik jika dialamatkan kepada Italia dan Belgia.

Satu lagi yang cocok diasosiasikan sebagai supercar listrik adalah Belanda yang juga mencetak tiga kemenangan di fase grup.

Seberapa banyak daya yang tersimpan di tim mereka sehingga bisa sejauh apa melaju di Euro 2020 ini. Menarik menantikan kiprah mereka di lanjutan Euro 2020.

Volvo XC60 2020 Polestar Engineered

Mobil Diesel

Seperti yang sedikit diulas di pembukaan, predikat ini masih cocok dialamatkan untuk tim Jerman di fase grup Euro 2020 ini.

Pasalnya, di laga perdana Jerman dikalahkan Prancis, lalu menang atas Portugal, dan ditahan imbang Hungaria.

Fan Jerman pasti sepakat jika dikatakan ini adalah tim Diesel yang baru akan mencapai suhu pembakaran ideal mulai babak 16 besar dan seterusnya.

Bisa jadi benar atau saat belum ideal sudah terdepak terlebih dahulu oleh Inggris yang menurut kami berkarakter mobil bensin.

Sebagai mobil Diesel, Jerman tak sendiri. Ada tim yang juga berada di Grup F bersama Jerman yang karakternya mirip.

Mereka adalah Prancis dan Portugal, dua tim dengan materi pemain berkemampuan tinggi yang merata di tiap lini.

Ada faktor ketiga tim ini berada di grup yang sama yang sering disebut grup neraka sehingga tak bisa mendapatkan poin optimal.

Ujian sesungguhnya tentu akan dimulai di babak 16 besar Euro 2020 ini. Apakah Prancis dan Portugal sudah panas dan siap melibas lawab mereka.

Satu lagi yang tampaknya layak dikategorikan sebagai tim Diesel adalah Spanyol yang baru di laga terakhir bisa pesta gol saat melibas Slowakia 5-0.

Mobil Bensin

Untuk tim mobil listrik ada Italia, Belgia, dan Belanda. Lalu, tim mobil Diesel ada Jerman, Portugal, Prancis, dan Spanyol.

Selebihnya, yaitu sembilan tim kami masukkan ke tim mobil bensin konvensional. Termasuk Inggris yang akan bertemu Jerman.

Tim lainnya adalah Austria, Swiss, Kroasia, Swedia, Ukraina, Republik Ceko, Wales, dan Denmark.

Pasalnya, tak ada yang spesial dari performa mereka di tiga laga di fase grup sehingga kami kategorikan sebagai tim mobil bensin konvensional.

Meski demikian, mobil bensin punya stabilitas yang lebih terjaga sehingga sangat mungkin ada tim mobil bensin yang bisa melaju hingga semifinal atau final.