Perawatan ringan bisa dilakukan sendiri, tapi jangan sok tahu.

Durasi PPKM Darurat Jawa-Bali yang diperpanjang hingga 26 Juli 2021, membuat mobilitas menjadi sangat terbatas.

Otomatis, Anda harus lebih lama tinggal di rumah dan bekerja dari rumah (work from home-WFH).

Bagi Anda yang punya waktu luang di sela-sela WFH, ada baiknya untuk menghabiskan waktu, Anda melirik sepeda motor kesayangan yang menganggur di teras depan.

Tidak ada salahnya Anda mengecek kembali sepeda motor yang selama ini menemani Anda menjemput rezeki.

Kalau masih dalam kondisi baik, barangkali Anda bisa membuatnya bertambah ganteng dengan mencucinya.

Sub Departement Head Technical Service PT Daya Adicipta Motora (DAM), Ade Rohman mengatakan, pemilik sepeda motor bisa melakukan pengecekan dan pembersihan ringan pada beberapa komponen.

Hal ini agar kendaraan tetap dalam kondisi yang prima meskipun tidak digunakan dalam waktu lama.

Pengguna sepeda motor wajib mengetahui beberapa komponen yang perlu dilakukan perawatan dan memahami cara pemeriksaannya dengan benar.

Berikut beberapa bagian sepeda motor yang perlu diperiksa agar kondisi motor tetap terjaga dengan baik, diantaranya:

1. Sistem Bahan Bakar

Periksa sistem saluran bahan bakar, mulai dari bagian tutup tangki & tangki bahan bakar. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan jika ada kebocoran bahan bakar maka akan tercium oleh hidung.

“Jika ada kebocoran, hindari dari percikan api dan segera menghubungi bengkel resmi terdekat agar segera bisa dilakukan tindakan perbaikan,” kata Ade.

2. Oli Mesin

Periksa ketinggian oli mesin menggunakan stik oli pada kondisi sepeda motor diletakkan diposisi standar tengah (Main stand).

Kapasitas oli normal jika permukaan oli masih berada diatas garis lower dan dibawah garis upper pada ujung stick oli.

Saat melakukan pemeriksaan kapasitas oli, posisi stik oli tidak boleh di ulir kedalam. Selain itu periksa juga apakah ada kebocoran oli di sekitar mesin atau tidak.

3. Sistem Pengereman

Pada sistem rem yang umum digunakan ada 2 model yaitu rem hidrolik dan rem tromol. Bagi sepeda motor yang sudah menggunakan rem hidrolik, periksa ketinggian level minyak rem.

Apabila kapasitas minyak rem berkurang ini bisa disebabkan dari kanvas rem yang sudah mulai tipis.

Apabila hal ini terjadi, lanjutkan dengan melakukan pemeriksaan ketebalan kanvas rem melalui indikator keausan kanvas rem yang ditunjukkan dengan garis pada sisi kanvasnya.

Pada sistem pengereman tromol, dapat dilakukan pemeriksaan jarak main bebas handle rem di mana ukuran standarnya adalah 10-20 mm.

Lakukan penyetelan jarak main bebas jika jarak menyimpang, dengan cara memutarkan mur penyetelnya pada ujung kabel remnya.

Dan terakhir, pastikan periksa juga ketebalan kanvas remnya dengan melihat indikator keausan pada bagian lengan ayun rem tromolnya pada saat dilakukan pengereman.

Galeri: Merawat sepeda motor

4. Kondisi Ban

Periksa kondisi tekanan angin dan keausan ban agar berkendara lebih aman dan nyaman serta mendapatkan performa yang maksimal dalam berkendara.

Pada umumnya, tekanan angin normal ban depan 200 kPa/29 psi dan ban belakang 225 kPa/33 psi.

Untuk memeriksa keausan ban luar, bisa dilihat dari indikator keausan ban yang terdapat pada alur ban tersebut. Indikator tersebut biasanya disematkan di alur ban sejajar dengan tanda segitiga pada samping ban luar.

5. Kondisi Accu/Battery

Untuk beberapa tipe sepeda motor Honda, pada bagian speedometer sudah dilengkapi dengan indikator tegangan battery.

Pengendara bisa langsung melihat dan memeriksa tegangan accu pada sepeda motor. Kondisi battery, bisa dikatakan baik jika memiliki tegangan >12.4 volt.

Sementara itu untuk sepeda motor yang belum dilengkapi dengan indikator tegangan battery, bisa melakukan pemeriksaan dengan memfungsikan electric starter.

Apabila masih mumpuni dilakukan bisa diartikan kondisi accu dalam kondisi baik.

“Disarankan, jika sepeda motor jarang digunakan secara rutin hidupkan sepeda motor untuk melakukan pengisian tegangan accu supaya agar tidak drop,” ujar Ade.

6. Bersihkan Sepeda Motor & Berikan Pelumas Pada Bagian yang Bergerak

Jika sepeda motor selalu parkir di ruang terbuka, bersihkan motor dari debu dan kotoran lainnya secara rutin.

Selain itu, setelah motor terkena hujan baiknya motor dicuci untuk menghindari karat pada komponen sepeda motor.

Setelah dilakukan pembersihan, lumasi bagian-bagian komponen yang bergerak, diantaranya standar tengah, pillion step, grip gas, lubang kunci, rantai mesin (untuk sepeda motor jenis Cub dan Sport).

Untuk menjaga agar sepeda motor tetap prima, pemilik sepeda motor perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan berkala.