Bagi pengemudi yang sudah lihai, urusan memarkir mobil adalah perkara sepele. Bahkan, tak butuh waktu lama buat mereka memosisikan mobil di area parkir. Namun, bagi pengemudi pemula, persoalan parkir tak jarang menjadi momok.

Mereka butuh waktu lebih lama untuk memastikan mobil dapat menempati tempat parkir tanpa meninggalkan bekas goresan.

Para pembalap pemula juga masih harus belajar untuk mengira-ngira lebar mobil dengan lahan parkir yang tersedia.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter The Sun, tampak seorang pengemudi mesti berjuang mati-matian untuk sekadar menempatkan mobilnya dengan sempurna.

Awalnya, pengemudi yang mengendarai mobil Toyota Auris warna merah sudah memilih tempat di sebelah kanan mobil sedan silver.

Namun, setelah dua kali mencoba dan gagal, sang pengemudi memilih keluar dan mencari tempat parkir baru. Kali ini, lahan di samping mobil mungil warna putih jadi sasaran.

 

Dalam kesempatan kedua ini, pengemudi yang tidak diketahui identitasnya tersebut kembali gagal.

Dia pun mengincar tempat kosong persis di sebelahnya, dengan harapan bisa memarkirkan mobilnya dengan lebih sempurna.

Akhirnya, setelah bergulat selama delapan menit, sang pengemudi bisa menempatkan mobilnya dengan sempurna. The Sun lantas melabeli pengemudi tersebut sebagai sopir terburuk di Inggris.

Ada beberapa hal yang membuat sang pengemudi mungkin perlu mengambil kursus tambahan.
Yang pertama adalah dengan banyaknya tempat kosong, pengemudi tersebut masih kesulitan untuk memarkir mobilnya dengan tepat.

Kita bisa membayangkan kekacauan apa yang mungkin terjadi jika si pengemudi berada di lokasi yang lebih ramai, dengan slot parkir yang terbatas.

Adapun hal kedua yang patut dicatat adalah pengemudi tersebut memarkir mobilnya dalam posisi tegak lurus, yang tingkat kesulitannya jauh lebih rendah dibanding parkir paralel.

Hal ketiga yang "memberatkan" adalah bahwa sang sopir mengendarai mobil jenis hatchback, yang seharusnya tidak terlalu bermasalah dengan kejelasan pandangan.

Berbeda dengan jenis mobil berbadan bongsor, mobil tipe hatchback cenderung mudah dikendarai, dengan sudut pandang yang cukup leluasa.

Namun, selalu ada awal bagi semua hal. Para pengemudi handal di luar sana pun berawal dengan melakukan kesalahan seperti pengemudi tadi.

Yang paling penting adalah bagaimana di sepanjang perjalanan waktu kita mau untuk terus belajar dan berlatih.

Awal yang memalukan tidak selalu berakhir menyedihkan, bukan? Oleh karena itu, semangat terus, ya!

 

Galeri: Toyota Fortuner GR Sport (Indonesia)