Mencari mobil paling irit di GIIAS 2021 rasanya menjadi tema yang konyol.

Tetapi bisa dimaklumi mengingat tipikal konsumen mobil di Indonesia yang masih berkutat soal irit atau boros ketimbang soal emisi, misalnya.

Perlu diketahui, produsen mobil baik di Eropa maupun di Amerika mereka lebih bangga mencantumkan kadar emisi sebagai alat jualan ketimbang irit atau boros bahan bakar.

Kadar emisi memang menjadi fokus konsumen di Eropa atau Amerika sana. Kendaraan yang berkedar emisi tinggi bisa dipastikan tidak bakal mendapat sambutan hangat di pasaran.

Coba Anda lihat spesifikasi mobil-mobil di Eropa atau Amerika, sudah pasti mencantumkan kadar emisi gas buang pada spesifikasinya ketimbang konsumsi bahan bakar yang irit.

Sebab, irit atau borosnya sebuah kendaraan sangat bergantung pada banyak aspek.

Pertama, kita harus melihat spesifikasi mesin yang digunakannya. Rata-rata mesin kendaraan sekarang sudah menggunakan sistem injeksi.

Itu berarti kontrol asupan bahan bakar ke ruang bakar sudah diatur oleh sistem komputer. Dan, rata-rata kebanyakan konsumsi bahan bakar kendaraan berkisar di angka 9-15 km/liter.

Itu sudah menjadi semacam angka yang berlaku umum di kendaraan zaman now.

Mau lebih irit lagi? Bisa saja, tapi boleh jadi hal itu akan mengorbankan beberapa hal, misalnya akselerasi dan kecepatan maksimal.

Kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) macam Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, atau Suzuki Karimun Wagon R memang dikenal sebagai kendaraan yang irit.

Selain itu, Toyota Avanza juga digadang-gadang menjadi kendaraan keluarga favorit karena irit. Dan semua mobil itu bisa Anda jumpai di event GIIAS tahun ini.

Iritnya konsumsi bahan bakar city car ini memang bisa mencapai sekitar 19 km/liter, meski itu bukan angka yang mutlak.

Aspek berikutnya adalah cara berkendara atau perilaku berkendara. Nah, aspek ini yang menjadi faktor penentu kendaraan dikatakan boros atau irit.

Perilaku berkendara yang ugal-ugalan atau cenderung agresif dalam menekan pedal akselerator sangat berpengaruh pada semburan bahan bakar ke ruang bakar mesin.

Semakin sering Anda menekan pedal gas, maka konsumsi bahan bakar juga semakin boros, dan itu berarti Anda tidak akan irit bahan bakar.

Kondisi atau karakter setiap pengendara tentunya berbeda satu sama lain.

Suzuki Karimun Wagon R
Honda Brio 2019
Toyota Avanza Generasi Baru

Meski begitu ada semacam pedoman agar berkendara tetap irit, misalnya dengan menekan pedal gas secara halus dan menyesuaikan dengan jarak, kecepatan, dan kondisi lalu lintas.

Anda juga harus pandai mengatur putaran mesin sehingga konsumsi bahan bakar tetap terjaga dengan baik. Kombinasi tekanan pedal gas dan rem harus diatur sedemikian rupa agar kendaraan tetap irit.

Mengatur rute perjalanan menjadi alternatif yang bijak untuk mendapatkan mobil yang irit. Sebab, terjebak di kemacetan sudah pasti bakal membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Pada mobil sekarang, sudah dilengkapi indikator eco driving. Indikator ini berfungsi untuk mengontrol pengendara agar tetap menjaga ritme berkendara sehingga konsumsi bahan bakar menjadi irit.

Indikator Eco akan menyala selama Anda menekan pedal gas dengan halus dan menjaga putaran mesin. Jika indikator mati, itu berarti Anda mengemudi dalam kondisi yang tidak irit dan cenderung boros.

Selain aspek spesifikasi mesin dan perilaku berkendara, aspek lain yang mempengaruhi irit atau borosnya kendaraan yaitu kondisi kendaraan dan beban yang diangkut.

Kondisi ban yang kurang angin atau mengangkut beban yang berlebihan, misalnya, akan sangat berpengaruh pada iritnya konsumsi bahan bakar.

Mesin akan bekerja lebih keras dalam kondisi tersebut sehingga bisa dipastikan konsumsi bahan bakar akan menjadi tidak irit.

Nah, jadi apa yang harus dilakukan agar memiliki kendaraan yang ramah dompet? Saran saya, belilah kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda, jangan berdasarkan gengsi atau ikut-ikutan tetangga.

Lakukan perawatan sesuai dengan buku pedoman kendaraan, dan jika Anda memiliki kelebihan rezeki, ambil kursus safety driving atau defensive driving.

Pelatihan seperti itu akan membuka wawasan Anda sehingga aman dan nyaman dalam berkendara -juga irit.

Anda juga akan terhindar dari perilaku berkendara yang cenderung merugikan atau membahayakan orang lain.