Tak lama lagi, kita akan memasuki periode akhir tahun. Hal yang dinanti tentu saja liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sempat ada wacana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dari pemerintah, tapi kemudian dibatalkan.

Artinya, masyarakat Indonesia dipersilakan untuk bepergian ke manapun selama periode tersebut, asal tetap menjaga protokol kesehatan.

Pemerintah juga memastikan bahwa angkutan atau kendaraan niaga yang digunakan untuk pengiriman logistik atau barang juga tidak akan dibatasi pergerakannya.

Jadi, mobilitas logistik antardaerah dan pulau akan terus berjalan normal selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

Ini tentu kabar gembira. Namun, patut diingat, periode libur akhir tahun biasanya membuat kondisi jalanan lebih ramai, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Oleh sebab itu, Hankook memberikan beberapa tips agar bisa terus berkendara secara aman dan nyaman sampai tujuan, khususnya untuk para pemilik dan pengemudi kendaraan niaga.

Pastikan istirahat cukup

Para pengemudi disarankan untuk melakukan perencanaan perjalanan, sehingga waktu yang terbagi untuk menyetir dan beristirahat menjadi lebih seimbang dan teratur.

Hal ini sangat penting, demi menghindari mengemudi dalam keadaan mengantuk. Bagaimanapun, tertidur barang sekejap pun bakal membahayakan nyawa Anda.

Jaga kecepatan tetap stabil

Saat berkendara dengan kecepatan yang stabil dan dalam batas aman, otomatis para pengemudi juga mampu mengendalikan jarak antar kendaraan dengan baik.

Mereka pun bisa berjaga-jaga seandainya ada pengendara lain yang melakukan pengereman mendadak.

Jarak yang besar antara kendaraan Anda dengan mobil di depan juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan beruntun, yang tentu bakal memakan lebih banyak korban.

Perhatikan jumlah muatan

Salah satu kondisi kendaraan niaga yang kerap ditemui di jalan adalah muatan berlebih, alias over dimension over loading (ODOL).

Dengan kondisi jalanan yang ramai saat musim liburan, kondisi tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan pengendara lain.

Salah satunya adalah tercecernya muatan ke arah kendaraan lain yang sedang melintas di sekitar Anda.

Pada banyak kasus, muatan berlebih juga dapat mengakibatkan kecelakaan tunggal akibat hilangnya kendali saat menyetir.

Cek cuaca sebelum berangkat

Selain kondisi jalanan yang cenderung lebih ramai, cuaca penghujung tahun juga cenderung lebih basah dan berangin.

Curah hujan yang tinggi disertai angin kencang pada Desember dapat mengganggu kenyamanan berkendara, bahkan tidak jarang membuat kendaraan tergelincir karena jalanan yang licin.

Untuk mengatasi hal tersebut, selalu periksa ramalan cuaca sebelum berangkat. Hindari mengemudi di saat hujan lebat, yang dapat menyebabkan terbatasnya jarak pandang hingga aquaplaning.

Jika terpaksa, pastikan untuk menyetir dalam kecepatan stabil, menjaga jarak aman dengan mobil lain, dan menyalakan lampu.

Jangan lupa berhenti sejenak di rest area sampai hujan cukup reda dan aman untuk melanjutkan perjalanan.

Kuasai teknik defensive driving

Kunci utama dari defensive driving adalah kesadaran untuk selalu memastikan dan menyadari potensi bahaya atau membaca tindakan pengguna jalan lain di sekitar Anda.

Selanjutnya, teknik ini juga memungkinkan pengemudi untuk mengambil tindakan proaktif demi menghindari insiden.

Dalam defensive driving, pengemudi juga harus memastikan bahwa kendaraan yang dikemudikan dapat dilihat dengan jelas keberadaannya oleh para pengemudi lain.

Periksa kondisi kendaraan

Untuk meminimalisir terjadinya kerusakan mendadak di tengah perjalanan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap komponen kendaraan sebelum berangkat.

Semua mesti dicek, mulai dari mesin, oli, air aki, rem dan kemudi, juga tekanan angin pada keempat ban.

"Selain itu, pastikan juga tapak ban tidak mengalami keausan. Hal itu dapat mempengaruhi pengereman kendaraan saat di perjalanan," kata National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Ahmad Juweni.