Baterai pada sepeda motor merupakan sumber energi untuk menghidupkan sistem starter dan sistem kelistrikan.

Umumnya, baterai sepeda motor terdiri dari dua tipe yaitu baterai basah dan baterai kering (baterai VRLA/Valve Regulated lead Acid).

Untuk mengetahui kondisi baterai bisa dilihat dari lampu indikator yang ada di bagian cluster meter.

Biasanya, pada saat kunci kontak diputar ke posisi ON dan lampu indikator menyala kuning artinya kualitas baterai sudah mulai menurun.

Sementara jika berwarna merah artinya tegangan baterai sudah terlalu rendah dan harus diganti dengan baterai baru.

Bagi sepeda motor yang belum dilengkapi lampu indikator baterai, pemilik kendaraan harus melakukan pemeriksaan menggunakan alat khusus, contoh avometer untuk mengukur tegangan baterai.

Baterai dinyatakan dalam kondisi normal jika tegangannya diatas 12,4 volt, jika tegangan berada di bawah 12,4 volt, maka perlu dilakukan pengecasan.

Selain mengukur tegangan pada baterai, pemeriksaan kualitas baterai dapat dilakukan menggunakan alat khusus yaitu baterai load tester.

Namun untuk jenis pemeriksaan ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga ahli dan alat khusus.

Berikut 5 hal yang sebaiknya dilakukan dalam melakukan pemeriksaan dan perawatan baterai sepeda motor secara sederhana:

Pemeriksaan visual

Meliputi pemeriksaan bagian terminal baterai, pemeriksaan fisik baterai, dan pemeriksaan kekencangan baut terminal baterai.

Jika terdapat kotoran atau jamur bisa bersihkan menggunakan sikat tembaga atau sikat kawat.

Memeriksa kekencangan baut terminal baterai perlu dilakukan karena bagian ini berpengaruh terhadap sirkulasi arus listrik.

Melakukan pengukuran tegangan baterai

Melakukan pemeriksaan tegangan baterai dengan avometer juga sangat penting dilakukan untuk melihat kualitas dan kondisi tegangan baterai tersebut.

Pemeriksaan dilakukan saat baterai dalam kondisi dingin (sekitar 20° Celsius). Baterai dinyatakan dalam kondisi baik apabila tegangannya berada di atas 12.4 volt.

Pastikan kondisi cairan elektrolit cukup

Khusus untuk baterai basah atau baterai berventilasi sangat penting sekali untuk selalu memeriksa kapasitas cairan elektrolit agar baterai dapat bekerja dengan sempurna.

Saat memeriksanya tempatkan baterai dalam posisi tegak dan suhu dingin, kemudian pastikan permukaan cairan di masing-masing sel tersebut berada diantara garis upper dan lower.

Jika permukaan cairan tersebut berada dibawah garis lower, segera ditambahkan menggunakan air suling yang dapat dibeli di toko spare part.

Melepaskan terminal negatif 

Terminal negatif baterai wajib dilepas jika sepeda motor tidak digunakan dalam waktu lebih dari 14 hari.

Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerusakan dan penurunan kemampuan baterai akibat adanya kebocoran arus listrik di sepeda motor.

Gunakan beban kelistrikan sewajarnya

Agar kondisi baterai tidak cepat rusak, pastikan juga bisa mengatur penggunaan beban kelistrikan secara proporsional.

Misalnya, jika sepeda motor Anda setiap harinya sering digunakan untuk perjalanan jarak dekat, sebaiknya dalam menghidupkan sepeda motor perlu dilakukan kombinasi antara menggunakan kick starter dan elektrik starter.

Sebaliknya jika daerah operasional sepeda motor setiap harinya jauh maka tidak perlu lagi mengkombinasikan penggunaan antara elektrik starter dengan kick starter.