Yamaha Riding Academy (YRA) kian gencar melakukan edukasi berkendara off-road kepada para pengguna WR 155 R.

Kian istimewa karena pesertanya kini bisa menjadi bagian keluarga bLU cRU Indonesia dengan mengikuti aktivitas bLU cRU off-road.

Program tersebut diadakan di berbagai wilayah tanah air, termasuk Bandung, pada pengujung Januari lalu.

Bertajuk "bLU cRU Riding Experience", Yamaha mengajak para pemilik WR 155 R untuk ambil bagian, dan mendapatkan pengetahuan teori hingga praktek di Lapangan Bongkor Ujung Berung.

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan terabasan di Sirkuit Bako.

Para peserta tampak menikmati jalannya event karena memperoleh panduan yang tepat mengenai teknik berkendara WR 155 R.

Materi yang diberikan dalam bLU cRU off-road meliputi teori dasar riding skill, yaitu cara ideal untuk pengereman, berbelok, melewati jalan menanjak maupun menurun.

Selain itu ada beragam tips lain, seperti posisi berkendara ketika menikung dan berdiri, melewati trek tanjakan dan turunan, serta saat akan naik, berhenti, sampai turun dari sepeda motor.

Mereka juga mendapatkan tips saat menghadapi jalan berlumpur atau berlubang, jalan rusak (berbatu), cara parkir di tempat tidak rata, lalu bagaimana mengatasi situasi saat terjatuh dan mendirikan motor kembali.

Pengguna WR 155 R menyukai kegiatan bLU cRU off-road ini karena memberikan manfaat agar mereka makin nyaman dalam mengendarai motor.

Salah satu rider WR 155 R yang kerap mengikuti kegiatan tersebut adalah Devi Tri Andriana.

Dia mengakui, sudah berpengalaman dalam melakukan terabasan, namun tetap membutuhkan edukasi dari YRA.

Devi Tri Andriana, konsumen WR 155 R dan member WR Owners Indonesia (WOI) (2)

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena sebelumnya saya hanya belajar secara otodidak dari pengalaman sendiri. Ternyata setelah mengikuti bLU cRU off Road ini, ada berbagai teknis berkendara yang harus dikuasai untuk riding yang tepat," ujar Devian, sapaan akrabnya.

"Kemudian, ada pula tambahan ilmu dari video instruktur Jepang (Kenichi Kuroyama) yang jadi bekal buat berkendara WR 155 R."

Pria asli Bandung itu mengaku pernah menggunakan bermacam sepeda motor trail, tapi akhirnya memilih WR 155 R karena kualitasnya.

"Saya langsung jatuh hati kepada WR 155 R. Lihat tampilannya suka, fitur-fiturnya lengkap, motornya dual-purpose, suspensinya berkualitas untuk meningkatkan handling. Saya berani menambah kecepatan di jalur speed karena didukung suspensinya," lanjut Devian.

"Performa mesinnya juga sangat mendukung dalam berkendara. Selain itu motor ini juga irit bahan bakar. Secara keseluruhan, sepeda motor ini memuaskan."

Devi Tri Andriana, konsumen WR 155 R dan member WR Owners Indonesia (WOI)

Saat ini, Devi tetap enjoy menggunakan WR 155 R untuk menyalurkan kegemarannya terabasan di beragam karakter trek off-road.

Akhir tahun lalu, dia turut bersilaturahmi dengan komunitas WOI (WR Owners Indonesia) di Sumatera, sekaligus menelusuri beberapa titik di Lampung, Palembang, Jambi.

Yamaha WR 155 R terbukti handal di jalur sawit, hutan konservasi, jalur gembur, lumpur yang mereka lewati.

Didorong besarnya keinginan menjajal WR 155 R di berbagai jalur terabasan berlatar alam, Devi tetap aktif menyalurkan hobinya. Meskipun, musim hujan jadi tantangan pada awal tahun ini.

Pada pertengahan Januari lalu, dia ikut bersama komunitas WOI dalam kegiatan Gas Bareng Tadabur Alam di trek Gunung Papandayan, Garut.

Sedikit tips dari Devi, kita harus menjaga kondisi fisik, tetap menggunakan safety gear lengkap, serta membawa persediaan air minum dan makanan ringan, demi melancarkan petualangan bersama WR 155 R.