Kendaraan listrik alias EV saat ini sedang menjadi pembicaraan hangat di industri otomotif.

Hal yang tidak terelakkan, memang, karena kita perlahan mulai meninggalkan era konvensional menuju mobilitas tanpa emisi.

Mengingat ini adalah segmen yang relatif baru, tentu masih banyak yang belum paham tentang istilah-istilah mengenai EV.

Apa itu regenarative breaking? Atau charging curve? Dan lain sebagainya.

Jangan khawatir, kita akan bahas hal tersebut sekarang, termasuk miskonsepsi yang menyertainya. 

Mengutip rekan kami di InsideEVs, berikut ini adalah lima istilah umum dalam dunia EV yang perlu diketahui:

Pengereman Regeneratif (Regenerative Braking)

Bicara tentang kendaraan listrik, Anda akan sering mendengar istilah pengereman regeneratif (regenerative braking).

Apa itu dan bagaimana cara kerjanya?

Ketika ingin menghentikan mobil konvensional, Anda tinggal melepas pedal gas dan menginjak rem. 

Gesekan menjepit cakram rem dan memperlambat laju kendaraan. 

Pada EV, saat melepaskan pedal gas, Anda dapat memanfaatkan energi mobil yang bergerak untuk menghasilkan listrik dan mengisi baterai. 

Hal ini juga bagus untuk lingkungan karena Anda memanfaatkan energi yang terbuang sia-sia dan mengurangi partikel jahat yang dilepaskan oleh gesekan rem.

Jangkauan (Range)

Jangkauan (range) adalah hal paling sering Anda dengar ketika bicara soal kendaraan listrik.

Bahkan, diskusi panas akan terjadi saat membahas apakah kualitas EV ditentukan oleh jarak tempuh atau performa.

Soal itu, sebenarnya tergantung selera. Jika ingin jangkauan maksimal, korbankan performa - begitu juga sebaliknya.

Bagaimana perusahaan menentukan jangkauan? Sama halnya dengan mobil konvensional, itu juga tergantung sejumlah variabel.

Cuaca, kapasitas baterai, medan yang dilalui, semua ini berpengaruh. Rating yang diberikan EPA atau WLTP hanya akan tercapai jika Anda berkendara dalam kondisi ideal. 

Kurva Pengisian (Charging Curve)

Jangkauan akan membawa kita kepada baterai dan pengisian daya. Pada saat inilah kita perlu belajar soal kurva pengisian (charging curve).

Pada mobil konvensional, pengisian bahan bakar sangat gampang - datang ke pom, masukkan nozel, tunggu beberapa saat, dan selesai. 

Tapi, konsep pengisian daya pada EV sedikit lebih rumit. Mereka tak bisa langsung penuh dalam hitungan menit. Bahkan, proses ini bisa menghabiskan waktu seharian.

Sederhananya, kurva pengisian adalah begini - ketika baterai dalam kondisi paling lemah, kecepatan charging-nya akan sangat kencang. Namun, seiring pengisian, daya yang diberikan juga menurun secara bertahap.

Misalnya, di angka lima persen, daya yang diberikan bisa mencapai 200 kW. Tapi itu akan terus berkurang menjadi 190 kW, 180 kW, dan seterusnya.

Ketika mencapai 90 persen, mungkin daya yang masuk cuma sekitar 20 atau 30 kW saja. Inilah mengapa pengisian daya EV berlangsung lama.

Galeri: Tesla Gigafactory 3

ICE (Internal Combustion Engine)

Tidak, ICE yang dimaksud di sini sama sekali tidak dingin. Namun ini merupakan singkatan dari Internal Combustion Engine, alias mesin pembakaran internal.

ICE merujuk kepada mobil berbahan bakal konvensional, seperti bensin, diesel, dan lainnya. Akronim ini akan sering digunakan sebagai bahan komparasi sebuah EV.

Namun, singkatan-singkatan di segmen kendaraan listrik juga banyak macamnya.

Sebagai contoh, ada BEV (Battery Electic Vehicle), yang merupakan kendaraan listrik murni yang tak dicampur bensin atau diesel.

Mereka hanya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga.

Kemudian ada PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle), yang secara umum menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin. 

Kapasitas baterainya tak sebesar EV murni, tapi cukup memadai ketika beralih ke mode listrik. 

Selain itu, adal lagi non-plugin hybrid, mid hybrid, dan soft hybrid. Mereka 100 persen berbahan bakar fosil. 

Baterai dan motor yang dimiliki sangat, sangat lemah. Jadi, tidak dianjurkan untuk mengandalkan tenaga listrik saja pada kendaraan tersebut.

kW vs kWh 

Kilowatt (kW) dan kilowatt-hour (kWh) merupakan istilah yang sering dicampuradukkan, padahal keduanya punya definisi yang berbeda.

Satuan kW dipakai untuk menentukan daya atau kekuatan. Misalnya, Nissan LEAF memiliki 80 kW, yang sama dengan 108 daya kuda.

Istilah itu juga bisa digunakan kekuatan pengisian daya, seperti yang kita bahas pada poin "kurva pengisian". 

Sementara, kWh dipakai saat menentukan kapasitas energi baterai. Masih menggunakan LEAF sebagai contoh, kapasitas baterainya adalah 26 kWh.