Meski saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, bukan berarti aktivitas pekerjaan menjadi terhenti.

Bahkan dalam bulan Ramadan ini, mereka yang menjalankan ibadah puasa tidak jarang dibebani pekerjaan yang menumpuk sehingga harus bolak-balik ke kantor.

Dan sering kali waktu berbuka puasa bersamaan dengan saatnya pulang kerja, khususnya bagi Anda yang sudah work from office atau beraktivitas lainnya.

Sehingga, hampir pasti Anda sedang dalam posisi berkendara saat masuk waktunya buka puasa.

Kondisi ini sulit dihindari dan akan membuat repot, terutama jika jalan yang dilalui mengalami kemacetan dan tidak ada pilihan rute lain yang lebih baik.

Memang sebaiknya saat berbuka puasa Anda sudah ada di rumah. Namun tentu tidak mudah untuk mengaturnya.

Atau, kalau waktu cukup santai, dapat menunda perjalanan pulang dan menjalankan buka puasa di kantor.

Setelah itu, baru pulang ke rumah dengan tenang. Lantas, bagaimana jika pilihannya harus tetap berkendara sehingga buka puasa di perjalanan? Simak tips yang dikutip dari Auto2000 ini:

1. Bawa Bekal Makanan dan Minuman yang Memadai

Sebagai langkah awal, biasakan untuk membawa bekal makanan dan minuman yang memadai untuk buka puasa.

Paling mudah adalah air mineral atau air dalam kemasan dengan rasa yang manis dan menyegarkan.

Hindari membawa minuman bersoda karena akan membuat perut tidak nyaman, apalagi jika diminum sebelum makan apa pun.

Pastikan minuman yang dibawa tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat langsung diminum. 

Tidak perlu membawa makanan berat seperti nasi dan lauk pauk karena akan merepotkan, selain membuat Anda mengantuk karena kekenyangan padahal harus tetap berkendara.

Cukup bawa makanan ringan seperti roti atau biskuit kegemaran. Hindari makanan yang getas dan mudah berantakan saat digigit karena akan berserakan dan membuat kabin kotor.

2. Siapkan Makanan dan Minuman Sebelum Jalan

Sebelum jalan, siapkan makanan dan minuman yang simpel kemasannya supaya tidak membuat repot di jalan.

Atur dan letakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti pada panel pintu, konsol tengah, atau cup holder.

Kalau sudah dipersiapkan dari rumah, dapat dimasukkan ke dalam stoples yang lebih aman dan awet.

Pastikan kemasannya diletakkan dengan kuat supaya tidak mudah jatuh saat mobil bergerak, seperti ketika melakukan pengereman mendadak.

3. Jangan Asal Berhenti 

Menjelang maghrib, usahakan untuk menepikan kendaraan ke tempat yang aman seperti rest area jalan tol, pom bensin, masjid, mini market, atau tempat keramaian lainnya.

Jangan paksakan berhenti di tempat yang tidak layak seperti di bahu jalan tol meskipun hanya sejenak.

Berhenti di pinggir jalan akan menghambat laju kendaraan lain dan dapat memicu kecelakaan yakni ditabrak dari belakang.

Pastikan pula lokasi parkir aman dari tindak kriminal dan tidak mengganggu aktivitas pihak lain.

4. Hindari Berbuka Sambil Mengemudi

Perlu dicatat, bila memang tidak berhasil menemukan tempat berhenti, ketika sudah waktunya berbuka, jangan paksakan untuk membatalkan saat mengemudi, apalagi dalam kecepatan tinggi.

Lebih baik tunda sejenak sampai benar-benar mobil dalam posisi berhenti yang aman. 

Kesempatan membatalkan puasa kemungkinan bisa dilakukan saat mobil berhenti ketika lampu lalu lintas berwarna merah, atau di tengah kemacetan yang cukup padat.

Dalam kondisi seperti itu, minum atau makan sebutir kurma menjadi pilihan karena lebih bertujuan untuk menyegerakan berbuka puasa.

Ini pun dilakukan dengan tetap fokus ke jalan dan tidak mengalihkan perhatian ke hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi, seperti membuka ponsel.

Galeri: Toyota Voxy 2022