Dua bulan lalu, produksi mobil Inggris Raya mengalami September terburuk sejak 1995. Jumlah mobil baru yang diluncurkan merosot hingga lima persen.

Organisasi terkemuka di industri mobil Inggris, Society of Motor Manufacturer and Traders (SMMT), akhirnya memohon kepada pemerintah untuk melakukan kesepakatan Brexit.

SMMT mengungkapkan, jumlah mobil baru yang dihasilkan pabrik Inggris pada September 2020 hanya sekitar 115.000 unit, turun dari hampir 121.000 di bulan yang sama tahun lalu. Itu juga produksi terendah mereka untuk periode September dalam 25 tahun terakhir.

Hal tersebut disebabkan berkurangnya permintaan dari luar negeri, dengan jumlah mobil yang ditujukan buat customer asing menurun hampir 10 persen dibanding periode serupa pada 2019. Sebaliknya, produksi mobil Inggris untuk pembeli lokal meningkat sebesar 14,5 persen.

Meski demikian, ekspor masih mendominasi, dengan lebih dari tiga perempat (76 persen) produksi mobil di Inggris, sekitar 87.500 unit, ditujukan ke luar negeri. Sebagai perbandingan, hanya 27.000 mobil dirakit buat customer lokal.

Jumlah produksi total tahunan juga mengalami kemunduran. Sampai akhir September 2019, hampir satu juta mobil meninggalkan pabrik di Inggris menuju pasar. Sementara, di titik yang sama tahun ini, angkanya baru sekitar 633.000.

Nissan LEAF production in Sunderland, UK

Kekhawatiran SMMT, produsen di Inggris mungkin hanya mampu menghasilkan 885.000 unit mobil tahun ini. Jika benar, itu akan jadi pertama kalinya volume produksi berada di bawah satu juta unit sejak 2009.

Krisis global akibat pandemi virus corona merupakan salah satu faktor penyebab kelesuan industri, tapi SMMT juga menegaskan pentingnya kesepakatan Brexit untuk menjaga level kompetitif.

“Kami ingin pemerintah menyetujui itu (Brexit) secepatnya, kesepakatan yang memprioritaskan industri otomotif. Kami butuh peningkatan inovasi dan dukungan dalam menghadapi ancaman global di tengah pandemic,”ujar Chief Executive SMMT, Mike Hawes.

Bentley resumes production in Crewe