Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan berharap Indonesia menjadi salah satu pasar mobil listrik (EV) utama di ASEAN.

Hal ini, ia sampaikan saat mengunjungi pabrik mobil listrik PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia di Sukamukti, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (6/11/2020).

Pemerintah Indonesia saat ini menargetkan untuk mempercepat pertumbuhan industri mobil listrik. Ia berharap Hyundai dapat menjadi bagian dari misi penting tersebut.

"Kedepannya kami berharap akan ada kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan untuk bersama-sama mengawal pengembangan pabrik ini hingga siap berproduksi," ujar Luhut.

"Kami juga berharap Indonesia menjadi salah satu pasar EV utama di ASEAN untuk kedepannya," ia menuturkan.

Menurut Luhut, komitmen investasi Hyundai sejalan dengan tekad pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan teknologi transportasi yang ramah lingkungan.

"Membanggakan, membawa Indonesia menjadi negara yang makin ramah terhadap lingkungan,” tulis Luhut di plakat yang ditanda tanganinya bersama Dubes Korea Selatan Park Tae-Sung sesaat sebelum berkeliling pabrik.

Lebih jauh, pria 73 tahun itu menuturkan bahwa pabrik Hyundai di Indonesia tak hanya akan menarik pasar domestik Indonesia.

Namun juga pasar kendaraan listrik di Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah dan negara-negara lain yang Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas serta kesepakatan perdagangan.

Galeri: 2020 Hyundai Ioniq

Dalam kunjungan tersebut Luhut didampingi oleh Dubes Korea Park Tae-Sung dan Presiden Divisi Perencanaan Strategis Hyundai Motor Hyundai Motor Group Young Woon Kong. 

Selain itu hadir juga Presiden Hyundai Motor untuk Kawasan Asia Pasifik Lee Youngtack, Presiden Direktur PT Hyundai Manufacturing serta beberapa pejabat dari Kemenko Marves.