BMW Brilliance Automotive (BBA) sudah memulai produksi BMW iX3 di Shenyang, Cina pada awal Oktober. Salah satu dari nomenklatur mobil listrik buatan BMW.

BBA adalah perusahaan joint venture antara BMW dan Brilliance Auto, produsen mobil dari Cina. Fokusnya adalah memproduksi dan menjual mobil listrik di Cina daratan.

Satu hal yang menarik, ekspor mobil BMW ix3 yang dibuat di Cina ini terbilang sangat kecil volumenya.

Galeri: Produksi BMW iX3 di Shenyang, Cina

Dilaporkan dari Gasgoo, sampai akhir 2020 ini, BMW iX3 ini hanya diekspor sebanyak 1.600 unit.

Lebih mengejutkan lagi, proyeksi untuk 2021 hanya 12 ribu unit BMW iX3 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Dalian, Cina.

Tujuannya, sebagian besar ke Eropa yang artinya hanya rata-rata 1.000 unit per bulan. Ini jadi aneh lantaran Tesla dan MG sudah menjual ribuan unit.

Kurang bisa diterima nalar lantaran apa pun produk yang diproduksi di Cina pastilah akan dibuat dalam kuantitas yang sangat besar.

Apakah BMW memang hanya menyasar satu ceruk pasar di Eropa makanya tak banyak yang dikirim ke sana. Rasanya juga tak masuk akal.

Muncul asumsi, BBA tetap membuat BMW iX3 dengan jumlah yang banyak tapi sebagian besar dijual di daratan Cina. Ini sesuai dengan tujuan utama perusahaan tersebut.

Setelah dikonversi, BMW iX3 dijual di Cina di kisaran Rp1-1,1 miliar. Soal jumlah berapa unit yang diproduksi di Shenyang belum diketahui.

Pastinya jauh lebih banyak dari sekadar 12 ribu unit per tahun. Menarik menantikan kabar selanjutnya.