Ferrari SF90 Spider hingga kini masih menjadi satu-satunya model Ferrari hybrid. Supercar itu menampilkan mesin PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle).

Mesin pembakaran internalnya terintegrasi dengan tiga motor listrik, dua di antaranya independen dan terletak di gardan depan. Yang ketiga di belakang antara mesin dan kotak persneling.

Sejauh ini belum ada rencana Ferrari untuk menambah armada hybridnya, apalagi membuat mobil full electric (EV).

Hal itu ditegaskan CEO Ferrari, Louis Camilleri. Menurutnya Kuda Jingkrak tidak akan menjadi 50 persen kendaraan listrik dalam waktu dekat.

"Pastinya tidak,” Camilleri mengungkapkan dalam konferensi pendapatan kuartal ketiga 2020 dari merek tersebut belum lama ini.

Wacana soal EV Ferrari muncul dalam sesi tanya jawab melalui panggilan telepon. Adam Jonas dari Morgan Stanley yang menanyakan hal itu.

Jonas bertanya apakah beralih sepenuhnya ke EV akan menghasilkan kendaraan yang tidak terlalu rumit yang juga akan lebih murah untuk diproduksi.

"Bisakah ide ini menciptakan peluang efisiensi biaya yang sangat besar bagi Ferrari, sambil tetap memberikan pengalaman performa tertinggi kepada pelanggan Anda yang mereka harapkan dari sebuah Ferrari?" Jonas menanyakan.

Galeri: Ferrari SF90 Stradale

Camilleri mengatakan situasinya tidak sesederhana yang dipikirkan Jonas. Ferrari tidak akan pernah mengambil banyak komponen EV off-the-shelf.

Lalu menjejalkannya ke dalam bagiian depan kendaraan Kuda Jingkrak, serta mengirimkannya ke ruang pamer.

Merancang model listrik yang prestisius akan membutuhkan pembuatan powertrain yang sangat kompleks dan khusus serta tidak bisa dalam waktu cepat.

Jonas menindaklanjutinya dengan menanyakan tentang tantangan menciptakan Ferrari elektrik yang mengeluarkan suara yang layak untuk salah satu mesin merek tersebut.

Camilleri menjawab, "Itu adalah salah satu elemen yang kami kerjakan, jelas, untuk alasan kompetitif. Saya tidak akan memberi Anda detailnya,” kata sang CEO.

“Tapi kami bisa saja dengan mudah melakukan itu." Camilerri kemudian mengatakan perusahaan telah melakukan banyak pekerjaan untuk menemukan suara yang pas untuk mobil EV tersebut.

Meskipun Ferrari tidak memiliki masalah dalam membuat mobil hybrid seperti SF90 Stradale, perusahaan tersebut berhati-hati saat beralih ke EV penuh.

Dalam wawancara sebelumnya, kepala pemasaran dan pejabat komersial Ferrari, Enrico Galliera, menyebut teknologi baterai belum cukup matang untuk kenyamanan Ferrari dalam membangun kendaraan listrik.

Ferrari punya alasan bagus untuk bersikap konservatif tentang pindah ke pasar EV karena orang masih sangat tertarik dengan produk bertenaga pembakarannya.

Dalam laporan laba rugi kuarter ketiga, perusahaan menunjukkan bahwa laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi naik 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ini terjadi meskipun total pengiriman turun 161 unit menjadi 2.313 kendaraan dalam setahun di tengah wabah Covid-19.