Pasca Jeep Wrangler Rubicon 392 dirilis, banyak yang bertanya apakah mesin V8 6,4 liter serupa bakal digunakan juga pada truk pikap Gladiator--karena kedua model tersebut sangat mirip.

Sayang, jawabannya adalah "tidak". Atau setidaknya takkan dalam waktu dekat.

Seorang juru bicara yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada Motor Trend bahwa Jeep "tidak akan membuat komitmen apa pun" terhadap Gladiator saat ini.

"Tipe 392 untuk Wrangler adalah proyek yang sudah mendapat lampu hijau sejak beberapa waktu lalu," tambahnya.

Galeri: Jeep Wrangler Rubicon 392 2021

Keputusan masuk akal bagi Jeep untuk melihat dulu apakah Wrangler 392 bisa sukses, sebelum menggandakan proyek dengan membangun versi Gladiator.

Lagipula, jika truk bertenaga V8 itu akhirnya mendapatkan lampu hijau, perakitan dapat terjadi relatif cepat karena kesamaan model dengan Wrangler.

Pada Wrangler, mesin 6,4 liter memompa 470 daya kuda (351 kilowatt) dan torsi 470 pound-feet (637 Newton-meter). Transmisinya delapan kecepatan otomatis Select-Track 4WD dengan diferensial penguncian elektronik.

Jeep mengklaim SUV bertenaga itu mampu mencapai 60 mil perjam (96 kilometer per jam) dalam 4,5 detik, dan menempuh seperempat mil dalam 13 detik.

Dalam kasus serupa, Jeep juga belum siap mengumumkan Gladiator versi sistem hybrid plug-in 4Xe seperti Wrangler.

Tak ada hambatan teknis untuk merakit pickup PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) itu. Namun, Jeep perlu mempertimbangkan apakah ada pasar ideal untuk meluncurkan kendaraan tersebut.

Powertrain 4Xe menggabungkan mesin 2.0 liter turbocharged dengan dua motor listrik, menghasilkan total tenaga 375 hp (280 kW) dan torsi 470 lb-ft (637 Nm).

Pengaturan tersebut memungkinkan jangkauan listrik sejauh 25 mil.