Dengan dukungan peraturan di Indonesia, Toyota Astra Motor (TAM) berniat memperluas pasar mobil listrik nasional dengan menyiapkan kendaraan Battery Electric Vehicle (BEV).

Toyota sudah mulai memproduksi kendaraan listrik sejak tahun 1990-an untuk pasar global.

Berawal dengan memproduksi Hybrid Electric Vehicle (HEV), lalu Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), Battery Electric Vehicle (BEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Sejak meluncurkan Prius sebagai mobil elektrik pertama yang dipasarkan di dunia, Toyota telah meluncurkan lebih dari 40 model kendaraan listrik dengan total penjualan lebih dari 15 juta unit.

Penggunaan kendaraan listrik Toyota setidaknya telah mengurangi produksi emisi CO2 sebanyak 125 juta ton atau setara dengan konsumsi 47 miliar liter bahan bakar.

Toyota Prius PHEV
Mobil listrik Toyota
Mobil listrik Toyota

“Sejalan dengan keinginan positif pemerintah Indonesia, Toyota juga akan menghadirkan teknologi elektrifikasi yang lengkap," ujar Henry Tanoto, VP Director PT Toyota Astra Motor.

"Setelah sebelumnya kami menghadirkan HEV dan PHEV, TAM akan melengkapinya dengan menghadirkan teknologi BEV,” kata Henry Tanoto.

Paket kendaraan BEV akan diperkenalkan melalui brand Lexus, yang nantinya akan dijual secara retail dan dapat dimiliki pelanggan di Indonesia.

Terkait dengan rencana tersebut, TAM akan bermitra dengan ITDC Nusa Dua Bali untuk mempersiapkan dan membangun konsep EV Ecotourism di kawasan Nusa Dua Bali.

Melalui kerjasama ini, Toyota akan menyediakan layanan mobilitas yang terintegrasi bagi semua masyarakat dan turis yang ingin mencoba menggunakan kendaraan BEV di Bali.

Harapannya agar masyarakat dapat mencoba dan semakin terbiasa menggunakan kendaraan berbasis teknologi BEV serta mendukung pariwisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan.

Pendekatan yang sama juga digunakan dengan menyediakan teknologi PHEV untuk kendaraan Fleet Taxi, dengan harapan banyak orang merasakan pengalaman dengan kendaraan listrik.