Masalah bersumber pada baterai yang juga dipakai Chevrolet Bolt EV.

Lagi-lagi kasus baterai mobil listrik terbakar. Kali ini menimpa Hyundai Kona di Korea Selatan.

Kebetulan pula, baterai yang dipakai di Hyundai Kona adalah baterai yang diproduksi oleh LG Energy Solution.

Baterai itu pula yang digunakan di Chevrolet Bolt EV yang terbakar di Amerika Serikat. Ada lima Chevrolet Bolt EV yang terbakar.

Sama seperti Chevrolet, Hyundai pun terancam menghadapi gugatan class action di Korsel akibat insiden tersebut.

Hyundai Kona Electric Catches Fire While Charging In South Korea

Total, ada 200 gugatan yang menuntut Hyundai memberikan kompensasi kepada mereka atas insiden yang terjadi.

Tak hanya terjadi di Korsel, di Kanada dan Austria juga ada tapi masing-masing satu insiden. Sedangkan di Korsel ada 11 kebakaran yang dilaporkan.

Gugatan tersebut ingin membuktikan bahwa masalah ini membuat harga Kona Electric bekas turun tajam karena kerusakan reputasi yang ditimbulkannya.

Untuk kompensasinya, setiap penggugat di Korsel menuntut 8 juta won (sekitar Rp102 juta).

Hyundai mengusulkan untuk menyelesaikan masalah dengan pembaruan perangkat lunak, tetapi pelanggan ini tidak berpikir itu akan cukup.

Selain kompensasi uang, mereka juga menginginkan penggantian paket baterai. Hyundai dan LG Energy Solution mengatakan mereka belum mengetahui penyebab kebakaran.

General Motors (GM) pun melakukan hal sama karena langsung melakukan penarikan Chevrolet Bolt EV.

Saat ini perbaikan untuk kasus Hyundai dan GM pun sama yaitu peningkatan perangkan lunak dan menginstal ulang kode manajemen baterai.

GM sendiri sudah melansir solusi untuk pada pemakai Chevrolet Bolt EV. Pengisian daya dibatasi hingga 90 persen. Implikasinya, jarak tempuhnya jadi berkurang dan ini masalah.

Ini bukan satu-satunya kasus yang melibatkan pemasok baterai asal Korsel. Samsung SDI menghadapi situasi serupa.

Paket baterai yang dijual untuk mobil hibrida plug-in Ford dan BMW juga bermasalah. Reputasinya pun dipertaruhkan.

Setelah InsideEVs menghubungi perusahaan baterai untuk meminta penjelasan, dikatakan bahwa produsen mobil yang dapat memberikan jawaban. Kemungkinan, karena perjanjian non-disclosure.