Belum lama ini, Grab Indonesia berkerja sama dengan PLN terkait akselerasi pengembangan kendaraan listrik.

 

Grab Indonesia menyambut baik kerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait akselerasi perkembanganan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, Grab Indonesia bakal mendapat penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan listrik berbasis baterai dari PLN.

Presiden Direktur PT Grab Teknologi Indonesia, Ridzki D. Kamadibrata menyambut baik kerja sama dengan ditandai penandatangan nota kesepahaman (Mou), di Jakarta, belum lama ini.

Kerja sama tersebut juga melibatkan mitra kendaraan listrik lainnya yakni Wima/Gesits, Hyundai, dan Wuling.

"Terima kasih kepada PLN atas kesempatan kerja sama ini, kami sangat menyambut baik kolaborasi ini, mengingat sampai saat ini, Grab juga telah memiliki 5.000 armada kendaraan listrik yang terdiri dari grab car, grab bike, dan lain-lain," kata Ridzki.

Ya, Grab Indonesia turut mendukung visi pemerintah untuk mengurangi emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030.

Pemerintah ingin mengimplementasi percepatan era elektrifikasi kendaraan bermotor di Tanah Air sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2019.

Ridzki menuturkan penggunaan kendaraan listrik lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar fosil hingga 20-30 persen.

Meski demikian, ia tak menampik harga beli kendaraan listrik masih cukup tinggi.

Untuk menyiasatinya, Grab Indonesia menggunakan kendaraan listrik dengan sistem sewa kepada masyarakat.

Grab juga telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti Kymco, Selis, dan lainnya untuk pengadaan kendaraan.

Untuk jangka panjang Ridzki menyatakan telah berdiskusi dengan sejumlah kementerian terkait untuk memberikan usulan terkait ekosistem kendaraan berbasis listrik soal pola insentif.