Aerodinamika pada mobil sangat penting. Sebab, dengan hambatan angin yang sedikit, maka mobil bisa melaju dengan lebih mudah.

Antara bisa lebih cepat, atau bergerak dengan tenaga yang lebih sedikit, atau mungkin keduanya.

Menjaga mobil tetap aerodinamis bukan perkara mudah. Berbagai pengetesan desain baik secara riil maupun simulasi harus dilakukan.

Hal ini demi mencapai desain terbaik untuk membelah angin. Dengan segala pengujian yang dilakukan, Hyundai akhirnya punya yang pas. Khususnya untuk Ioniq Electric.

Hyundai Ioniq Electric memiliki desain yang distinctive, yaitu terlihat polos dan minimalis.

Desain tersebut membuat mobil terlihat sangat futuristik.

Mobil modern masa kini mengutamakan keminimalisan dan desain yang sederhana.

Hyundai Ioniq Electric

Selain itu, desain tersebut bertujuan untuk membelah angin dengan maksimal.

Pada grill Hyundai Ioniq Electric, terlihat tertutup. Hal itu dibuat bukan tanpa alasan.

Dengan grill yang tertutup, maka angin akan langsung menghindar dari mobil dan tidak terperangkap di bawah kap mesin yang menambah hambatan.

Hyundai Ioniq Electric

Desain bodi Hyundai Ioniq Electric secara keseluruhan juga dibuat untuk mengurangi hambatan angin.

Seperti atapnya yang relatif rata dan sudut sudut bodinya.

Lalu pada velg, terlihat sangat tertutup dan terlihat seperti turbin. Hal ini untuk mengurangi hambatan angin yang masuk ke sela-sela velg.

Hyundai Ioniq Electric

Untuk mengukur keberhasilan tersebut, ada satuan yang digunakan.

Satuan yang digunakan dalam mengukur aerodinamika adalah Coefficient Drag atau CD.

Jika angka ini makin rendah, maka akan makin aerodinamis.

Hyundai Ioniq Electric, angka CD tersebut adalah 0.24. Sebagai referensi, nilai CD dari peluru adalah 0.295.

Sehingga Hyundai Ioniq Electric aerodinamis, bahkan lebih aerodinamis dari peluru.

Galeri: Hyundai Ioniq Electric