Sebagai salah satu pembalap terhebat dalam sejarah, Colin McRae menciptakan ungkapan, "Jika ragu, melajulah secepat mungkin".

Tentu, itu merupakan motto yang sangat sederhana untuk dijalani, tetapi memiliki makna lebih dalam ke etos para pembalap reli seluruh dunia.

Meskipun batasan ini sering dibahas dalam balap sirkuit, pembalap top dalam World Rally Champhionship (WRC) sebenarnya telah menguasai seni mengemudi.

Terkait itu, video terbaru WRC memperlihatkan kembali penyelamatan terbaik tahun 2020 ketika para peserta reli melakukan kesalahan.

Dengan sembilan gelar WRC atas namanya, Sebastien Loeb sepertinya akan menjadi pembalap terakhir yang Anda harapkan berada dalam kompilasi kesalahan.

Tapi, ternyata, bahkan yang terbaik pun bukan berarti tidak pernah membuat kesalahan. Loeb sempat terpojok dalam Reli Monte Carlo tahun ini.

Bagian belakang mobil Hyundai-nya menggantung di area lembah. Setelah beruntung lolos dan mendapat bantuan dari beberapa penonton, Loeb kembali bersaing.

Galeri: Hyundai i20 WRC 2017

Bagi yang belum tahu, jenis sport ini sangat tangguh. Pembalap bertempur di jalanan berkerikil dan aspal dengan kondisi mulai dari es, hujan, lumpur, dan debu, dalam tantangan melawan waktu.

Yang terbaik dari yang terbaik adalah ahli dalam menghitung risiko, mengemudi cukup keras untuk menang tanpa melewati batas, dan melajukan mobil balap yang tak ternilai ini ke garis finis.

Rekan senegara Loeb di Hyundai, Ott Tanak, juga melihat dirinya dalam masalah dengan momen oversteer di hutan dengan pohon yang tinggi dalam Reli Estonia.

Sebuah bukti dari kendali mobilnya yang luar biasa, Tanak mampu mengendalikan  bagian belakang Hyundai i20 WRC-nya sebelum jatuh ke cengkeraman pepohonan di jalurnya.

Tentu, mobil tersebut mengalami beberapa kerusakan, tetapi seiring dengan terjadinya kecelakaan reli, kerusakan ini sangat kecil.

Menjadi tontonan dunia bagi mereka yang mengetahui olahraga otomotif, reli terbukti mampu menarik pembalap dari seri balapan lain.

Seperti Ken Block, Valentino Rossi, Robert Kubica, dan bahkan juara Formula 1 2007, Kimi Raikkonen.

Satu-satunya acara yang tersisa tahun ini adalah Reli Monza. Kami tidak sabar untuk melihat persaingan seperti apa yang akan terjadi dalam lomba tahun 2021 itu.