Kendaraan listrik menjadi fenomena menarik pada tahun ini. Apalagi Hyundai dan Lexus sudah resmi menjual kendaraan listriknya di Indonesia. Termasuk juga kendaraan roda dua seperti Gesits.

Hal itu tidak terlepas dari hadirnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Peraturan tersebut menstimulus industri otomotif untuk mempercepat kehadiran kendaraan listrik di Indonesia serta industri pendukung lainnya.

Stimulus tersebut juga diperkuat dengan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan pemilik kendaraan listrik.

Beberapa keuntungan yang akan dinikmati pemilik kendaraan listrik, yaitu: gratis bea balik nama (BBN), biaya perpanjangan STNK yang lebih terjangkau, bebas peraturan ganjil-genap, dan keuntungan lainnya.

Pada aspek regulasi dan hukum, Polisi mengeluarkan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) khusus kendaraan listrik yang berbeda dengan TNKB kendaraan konvensional.

Secara dimensi ukurannya sama dengan plat TNKB untuk kendaraan bermotor lazimnya. Yang membedakan adalah penggunaan warna khusus untuk menandakan identitas kendaraan listrik.

Pada TNKB kendaran listrik ada penambahan warna biru pada bagian depan plat. Dipilihnya warna biru untuk memudahkan dan membedakan dengan kendaraan konvensional.

Hyundai Kona Electric
Hyundai Kona Electric
Lexus UX 300e 2021 tes pertama

Selain itu, secara tersirat juga bermakna untuk mengurangi polusi dan pemanasan global.

Nah, warna biru tersebut kemudian dipadukan dengan 5 warna lainnya yaitu: putih, merah, hitam, kuning, dan hijau.

Warna-warna ini merupakan identitas sesuai dengan peruntukan dan cakupan operasionalnya, baik untuk kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.

TNBK dengan warna dasar putih menandakan bahwa kendaraan tersebut merupakan milik korps diplomatik negara sahabat.

Untuk TNKB warna dasar merah berarti kendaraan tersebut merupakan milik atau aset pemerintah (pusat atau daerah).

TNKB warna dasar hitam berarti kendaraan tersebut merupakan milik pribadi. Warna dasar kuning memiliki arti kendaraan tersebut merupakan kendaraan niaga atau transportasi umum.

Sedangkan untuk TNKB warna dasar hijau memiliki arti bahwa kendaraan tersebut hanya boleh beroperasi di wilayah perdagangan bebas (free trade zone), seperti di Batam.

Kendaraan dengan warna plat hijau mendapatkan fasilitas bebas bea masuk namun tidak boleh dioperasionalkan atau dimutasikan ke wilayah Indonesia lainnya.