Arsitektur E-GMP diproduksi pada 2022, termasuk untuk Kia dan Genesis.

Pada tahun 2025, Hyundai Motor Group akan menawarkan 23 kendaraan listrik (EV) yang berbeda, beberapa di antaranya akan dibangun di atas sasis EV khusus.

Automaker asal Korea Selatan itu baru-baru ini mengungkapkan platform modular, yang dijuluki Electric Global Modular Platform (E-GMP).

Arsitektur E-GMP dapat dikonfigurasi ulang. Sehingga, sesuai dengan mobil subkompak, kompak, menengah, maupun SUV. Platform ini menawarkan jangkauan hingga 310 mil atau 500 km.

Selain itu, juga memungkinkan EV ini memiliki kemampuan untuk “berlari” hingga 60 mil per jam (kurang lebih 100 km per jam) dalam 3,5 detik.

Platform E-GMP pertama kali akan muncul pada Hyundai Ioniq 5 2022, kendaraan khusus pertama dari sub-merek EV Hyundai yang akan datang.

Setelah Hyundai Ioniq 5, arsitektur tersebut akan mendukung model Kia dengan desain yang sama sekali baru dan powertrain yang menarik, menurut perwakilan perusahaan.

Platform E-GMP juga akan masuk ke divisi Hyundai Genesis yang berorientasi pada kemewahan.

Memberikan merek itu produk EV pertamanya untuk bersaing dengan merek mewah lainnya mulai dari Tesla Model 3 dan Model S hingga BMW iX dan Audi E-Tron Sportback.

Sayangnya, total kapasitas baterainya belum bisa dikonfirmasi, namun Hyundai menjanjikan output hingga 600 tenaga kuda (447 kilowatt) dari platform E-GMP ini.

Kia E-GMP Platform

Fleksibilitas

Platform E-GMP bertujuan mencapai tingkat kinerja tinggi dan efisiensi yang berbeda dibanding sebelumnya, dan itu akan dibantu oleh sistem baterai modular.

Sel-sel individu diapit ke dasar platform, yang dapat diperpanjang baik wheelbase maupun panjang mobil untuk mengakomodasi ukuran,  bentuk, dan jangkauan.

Baterai tersebut akan memberi daya ke motor listrik belakang, sementara model tertentu juga akan menyertakan motor traksi depan yang memungkinkan bagi mobil berpenggerak semua roda (AWD).

Seperti EV lainnya, platform Hyundai menawarkan efisiensi ruang yang sangat baik. Unit propulsi mengintegrasikan motor listrik, transmisi, dan inverter daya ke dalam satu paket.

Meletakkannya di bawah sasis untuk menghemat ruang dan menurunkan pusat gravitasi.

Lantaran tidak ada poros penggerak yang menghubungkan motor depan dan belakang, platform menyisakan ruang untuk lantai interior yang rata.

Ini meningkatkan ruang kaki penumpang dan fleksibilitas tempat duduk untuk berbagai kegunaan.

Dengan tidak adanya mesin pembakaran internal yang menyita ruang di depan, para insinyur Hyundai mampu menggerakkan elemen pemanas dan pendingin udara ke depan. Sehingga, ruang kabin jadi lebih baik.

Kia E-GMP Platform

Variabilitas dalam desain ini memungkinkan platform E-GMP diterapkan dalam banyak kendaraan.

Eksekutif Hyundai mengonfirmasi platform itu akan muncul dalam kendaraan segmen B, C, dan D (ukurannya sesuai dengan Hyundai Venue, Tucson, dan Santa Fe).

Juga, untuk model SUV yang lebih besar, berukuran mirip dengan Kia Telluride dan Hyundai Palisade.

Namun, arsitekturnya adalah penggerak roda belakang (RWD), membuatnya sangat cocok untuk kendaraan premium juga.

Baterai

Hyundai Motor Group berusaha keras memastikan platform E-GMP akan bertahan lama pada masa depan, karena mampu mengisi daya 240 volt, 400 volt, dan 800 volt dengan sangat cepat.

Opsi pertama adalah pengisian daya di rumah dalam semalam. Untuk beberapa negara, stasiun pengisian baterai 400 volt sudah cukup populer di tempat umum.

Sedangkan pengisi daya 800 volt saat ini masih sedikit dan jarang. Sehingga harus mulai lebih sering muncul untuk memberi kendaraan berbasis platform E-GMP pengisian yang jauh lebih cepat.

Hyundai mengatakan, pihaknya mengharapkan pengisian 80 persen hanya dalam 18 menit dari pengisi daya ini, yang juga dapat menambah jaangkauan 62 mil (100 km) hanya dalam lima menit.

Sistem dual-path charging meningkatkan efisiensi yang unik. Daya 240 volt langsung disalurkan ke baterai, sementara daya 400 dan 800 volt dialirkan melalui inverter sebelum tiba di baterai.

Berbicara tentang modul kelistrikan tersebut, mereka juga menerima sistem pendingin unik yang terpisah dari rangkaian baterai.

Kia E-GMP Platform

Faktor Keselamatan

Seperti pada kendaraan modern lainnya, keselamatan penumpang menjadi perhatian utama para insinyur Hyundai Motor Group.

Platform E-GMP menawarkan berbagai langkah perlindungan pasif, termasuk struktur crumple depan dengan penyangga berbentuk silang (cross braces).

Struktur itu membantu mendistribusikan gaya tabrakan ke seluruh permukaan yang lebih luas, sehingga meningkatkan pertahanan saat terjadi tabrakan sedang atau ringan.

Desainnya membantu mencegah kerusakan baterai dengan menyebarkan gaya tabrakan pada area yang lebih luas lagi.

Mengurangi intrusi ke dalam kabin penumpang dan mengurangi kemungkinan pecahnya baterai yang berbahaya.

Dijamin bahwa kendaraan yang berjalan di atas platform ini juga akan menyertakan fitur keselamatan aktif seperti pengereman darurat otomatis dan sistem lane departure warning.

Sistem ini adalah sebuah alat bantu keselamatan yang bisa mendeteksi beberapa hal, misalnya ketika kita lalai atau mengantuk dan mobil kita berubah jalur secara tiba-tiba.

Lane departure warning juga bisa mendeteksi adanya kendaraan di samping kiri atau kanan yang bisa membahayakan posisi mobil kita.

Untuk sistem mengemudi otonom, meskipun belum dikonfirmasi secara resmi, juga kemungkinan besar akan terjadi pada masa depan.

Hyundai dikabarkan terlibat dengan Motional Robotaxi untuk meneliti hal tersebut.

Galeri: Platform Kia E-GMP

Tujuan Terakhir

Mengenai detail spesifik terkait masa depan EV Hyundai, Kia, dan Genesis, sejauh ini masih belum dikonfirmasi.

Tapi kemungkinan setiap merek tersebut akan menawarkan setidaknya dua atau tiga model EV pada akhir dekade ini. Platform E-GMP jadi bagian tidak terpisahkan dari rencana itu.

Sayangnya, mungkin perlu beberapa waktu lagi sebelum kita melihat armada besar EV Hyundai Motor Group tersebut melaju di jalan raya.

Sebab, perusahaan mengambil pendekatan produksi yang berhati-hati dan berfokus pada keandalan kendaraan.

"Kami mengharapkan permintaan yang tinggi saat kendaraan pertama datang ke pasar,” kata Fayez Abdul Rahman, Senior Vice President Pusat Pengembangan Arsitektur Hyundai.

“Terkait hal tersebut, kualitas memiliki prioritas tertinggi bagi Hyundai Motor Group," Rahman menambahkan.

Rahman kemudian melanjutkan, beberapa pelanggan mungkin harus menunggu, tapi perusahaan tidak akan mengorbankan kualitas untuk jumlah produksi yang tinggi.

Jadi, sementara Hyundai Ioniq 5 diproduksi tahun depan dan Kia EV setahun kemudian, mungkin pada 2022 atau 2023 mobil ini belum tersedia secara luas di dealer lokal.

Namun, platform E-GMP sangat menjanjikan, dan strategi perusahaan yang berfokus pada kualitas harus melayani dengan baik dalam jangka panjang.