Jika Anda pernah mengendarai Mazda MX-5 Miata, Anda mungkin menikmati pengalaman yang seru dengan atap yang dibuka.

Mobil ini pun gesit dan sangat berorientasi pada kesenangan. Tapi, pada Mazda Miata ini, mesin bawaannya bukan yang jadi pokok bahasan di artikel dan video ini.

Soalnya, Mazda Miata sudah ditempatkan oleh Zero EV sebagai mobil yang mesinnya diambil dan ditanamkan mesin listrik dan motornya.

Zero EV adalah perusahaan memberikan jasa layanan konversi dari mesin bensin ke mesin listrik. Berasal dari Inggris dan bermarkas di Bristol.

Sudah banyak mobil yang mereka konversi. Khususnya, mobil bermesin depan yang berpenggerak roda belakang.

Jonny Smith, host acara The Late Brake Show telah mencobanya Itu. Prinsipnya, Zero EV  mengganti mesin bensin dengan motor listrik dengan daya yang sebanding.

Tidak membebani dengan baterai yang terlalu berat untuk menjaga handling-nya yang luar biasa enaknya itu.

Berdasarkan pengalaman Jonny Smith, gagasan untuk mengubah MX-5 agar berjalan dengan listrik tampaknya cukup menggoda.

Zero EV juga telah berhasil menjaga bobot mobil sangat mirip dengan aslinya, meskipun telah dipasangkan dengan baterai 26 kWh yang benar-benar berada di bawah kap mesin.

Motor penggerak terletak di posisi transmisi akan duduk. Itu disingkirkan karena perangkat mobil listrik ini tak memerlukan girboks.

Zero EV belum memproduksi ini dengan jumlah yang banyak. Konversi Mazda Miata ini jadi eksperimen mereka.

Tujuannya, untuk mengukur minat masyarakat, sejauh mana mereka tertarik dengan mobil klasik bermesin listrik.

Pendapat kami, ini akan menjadi kelengkapan konversi yang sangat sukses jika mereka memberikan lampu hijau.

Soalnya, ada jutaan Mazda Miata di seluruh dunia, harganya sangat terjangkau dan perangkat mesin listriknya pun tidak boleh mahal-mahal.

Proyek Mazda Miata dirasa sangat tepat jika merujuk pada video di atas. Semua penempatannya begitu pas dan tak ada emisi yang harus dikhawatirkan.