PT Pertamina Lubricants (PTPL) resmi membentuk perusahaan patungan bersama PT Pupuk Kujang (PK) dan PT Rekacipta Inovasi ITB dengan nama PT Katalis Sinergi Indonesia (PT KSI).

Pembentukan perusahaan tersebut disahkan dalam Akta Pendirian Perusahaan yang telah ditandatangani oleh Direktur Utama PTPL Ageng Giriyono, Direktur Utama PTPK Maryadi, dan Direktur Utama PT Rekacipta Inovasi ITB Alam Indrawan di Cikampek, Jawa Barat, (30/12/2020)

Pendirian PT KSI sebagai perusahaan patungan penghasil katalis merupakan kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara.

Kolaborasi tersebut dalam rangka merealisasikan program pengembangan sumber daya energi berbasis kelapa sawit.

Nilai investasi awal pembangunan pabrik Katalis ini sekitar Rp170 miliar dengan porsi saham PTPL sebesar 38%, PKC sebesar 37% dan RII sebesar 25%.

Dirut PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono menjelaskan produk Katalis memegang peranan penting dalam industri pengolahan minyak, industri kimia dan petrokimia serta industri energi.

Saat ini, produsen dan pemasok katalis di Indonesia masih sangat sedikit sehingga potensi pengembangan inovasi katalis dalam negeri sangat besar.

Menurut Ageng, nantinya produksi katalis dari PT KSI akan berkontribusi sebesar ± 800 ton per tahun. Produk Katalis JV ini akan diserap sekitar 64% oleh Pertamina dan 34% dialokasikan untuk Oleochemical Plant.

"Harapannya produk katalis merah putih karya anak bangsa ini akan mampu menembus pasar ekspor dan bersaing dengan produk-produk global player," ujarnya.

Dirut PT Rekacipta Inovasi ITB Alam Indrawan mengatakan, pembentukan perusahaan Katalis Merah Putih merupakan tonggak sejarah baru bagi Indonesia, di mana hasil penelitian dihargai sebagai Hak Kekayaan Intelektual, sehingga bisa berdirinya sebuah perusahaan.

Alam menambahkan, Katalis Merah Putih merupakan satu-satunya di dunia, yang bisa memproduksi bahan bakar dari sawit.

Hasil petani sawit nantinya bisa tersalurkan dalam produksi bahan bakar untuk kendaraan.

Dirut PT Pupuk Kujang Maryadi menegaskan, katalis merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan dan hampir semua industri memerlukan katalis.

“Indonesia merupakan produsen sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia."

"Berdirinya pabrik Katalis Merah Putih akan menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu menciptakan katalis sendiri tanpa tergantung negara lain,” ujar Maryadi.

“Pembentukan pabrik katalis ini dapat menjadi role model bisnis yang menyinergikan antara lembaga riset, dunia usaha serta pemerintah."

"Berdasarkan Perpres No 109 tahun 2020, proyek katalis ini dikategorikan sebagai proyek strategis nasional,” kata Maryadi.