Shell menyambut tahun 2021 dengan penuh optimisme tinggi. Agung Saputra selaku Head of Dealer Network Shell Indonesia pun mengatakan 2021 menjadi tahun yang penting bagi Indonesia untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Shell pun akan terus aktif dalam menggandeng mitra pengusaha untuk mengembangkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di berbagai daerah di Indonesia.

"Untuk itu, Shell mengajak para pengusaha daerah untuk bersama-sama menggerakkan roda perekonomian daerah dan berkontribusi dalam membangun ekonomi Indonesia melalui bisnis SPBU,” kata Agung Saputra dalam keterangan resminya, Kamis (7/1/2021).

Sepanjang 2020, Shell Indonesia tak hanya membangun SPBU besar di kota-kota besar. Shell juga menyasar berbagai daerah dengan menggandeng mitra membangun SPBU modular dengan luas area 1.000-1.300 m2 dan kapasitas volume BBM 4-6 kilo liter per hari.

Sejauh ini, Shell sudah membangun dua SPBU modular, di Jombang (Jawa Timur) dan Cirebon (Jawa Barat).

SPBU modular ini dirancang sesuai pangsa pasar untuk kota-kota lapis kedua di Indonesia dan dengan biaya investasi yang lebih terjangkau.

Perluasan jangkauan pembangunan SPBU ini merupakan bagian dari komitmen Shell untuk membantu membangkitkan ekonomi daerah dan menghadirkan bahan bakar kelas dunia kepada masyarakat Indonesia.

Dari total 137 SPBU Shell yang beroperasi, 16 di antaranya merupakan investasi Shell bersama mitra pengusaha daerah yang bergabung dalam program Shell Dealer Owned Dealer Operated (DODO).

Program ini memberikan kesempatan kepada para pengusaha untuk memiliki dan mengelola SPBU bersama dengan Shell sebagai mitra bisnis yang siap memberikan beragam dukungan.

Sepanjang 2020, Shell telah membangun 29 SPBU. Dengan kata lain, pada tahun 2020, jumlah SPBU Shell meningkat 27 persen dibading tahun sebelumnya, sebanyak 108 SPBU.

SPBU Shell yang tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera Utara ini siap melayani para pelanggan dengan bahan bakar berkualitas dan produk non-bahan bakar.

Yaitu pelumas dan fasilitas penggantian pelumas, convenience store juga fasilitas toilet dan musala yang bersih dan nyaman.

Padaakhir 2020, indikator sektor penunjang bisnis SPBU memang terlihat membaik. Hal ini seiring dengan meningkatnya penjualan mobil di Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil meningkat hampir tujuh kali lipat dari 7.871 unit pada April menjadi 53.844 unit pada November 2020.

Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat berpihak pada prospek bisnis SPBU. Survei yang dilakukan oleh McKinsey pada periode 21–30 September 2020 memperlihatkan bahwa konsumen Indonesia sudah mulai bepergian keluar rumah untuk berbagai macam tujuan.

Tetapi cenderung menghindari menggunakan transportasi umum dan beralih ke kendaraan pribadi.