Ducati tidak asing lagi bekerja sama dengan perusahaan non-sepeda motor untuk peluang branding tertentu.

Ambil contoh laptop Lenovo bermerek Ducati yang diluncurkan di CES 2020, misalnya, atau kolaborasinya dengan pembuat e-bike Thok di MIG-RR.

Dengan kolaborasi terbaru seperti itu, nama Ducati semakin membahana. Juga Ducati tidak kesulitan untuk menjalin kolaborasi dengan pembuat skuter Italia, Italjet.

Sebagaimana dilaporkan Motoblog, desainer Kar Lee membayangkan apa yang mungkin terjadi dari kolaborasi semacam itu dalam postingan di akun Instagramnya.

Maka, lahirlah skuter KarDesign Panigale V2. Mau tahu seperti apa wujudnya?

Kira-kira dia seperti perpaduan dua spesies yang mengerikan, tapi membuat penasaran. Ujung depannya adalah Panigale murni, sedangkan buntutnya adalah Dragster.

Kedua pabrikan ini memang menjadi salah satu ikon dari kota Bologna, Italia.

 

 

Kedua pabrikan ini memang berada di kota itu, bahkan kalau kita membaca Google Maps, maka kita akan tahu kalau keduanya hanya terpisah jarak sekitar setengah jam perjalanan.

Ya, mereka bertetangga. Tapi itu tidak berarti mereka memiliki kewajiban khusus untuk bekerja sama.

Namun, tentu saja tidak terbayang jika keduanya berkolaborasi, barangkali akan menghasilkan karya yang luar biasa.

Ide liar Kar Lee memang cukup menghebohkan. Setidaknya desainer tersebut berani menyatukan dua kutub yang berbeda dalam satu rangkaian beroda dua.

Pada dasarnya, keduanya memiliki konsep produksi yang berbeda dengan pendekatan desain yang berbeda pula.

Desain Dragster pada dasarnya adalah skuter telanjang. Karena itu, ia sangat bangga dengan frame bodinya, suspensi, dan semua fondasi unik lainnya yang membuatnya terlihat sangat menonjol.

Sementara itu, selain mesin, Panigale memiliki bodywork yang ramping dan aerodinamis. Detail Panigale dibuat halus namun tetap menunjukan kekuatan.

Nah, sangat terasa jelas karakter keduanya. Terlepas dari konsep skuter sporti dan superbike, keduanya memiliki tujuan dan konsep yang berbeda secara fundamental.

Namun tidak ada yang salah dalam sebuah ide desain. Seorang desainer bebas menghadirkan imajinasinya, bahkan dalam sebuah konsep yang sangat liar sekalipun.

Namun, pertanyaannya adalah jika desain seperti ini datang ke pasar, apakah Anda ingin membelinya?

Bagaimanapun juga, pada akhirnya semua hal yang bersifat produksi massal, melibatkan supply dan demand, akan berujung pada selera pasar.

Sebagus apapun sebuah desain atau seliar apapun coretan karya desainer, tetap saja dia harus tunduk pada hukum ekonomi. Karena buat apa memproduksi sebuah karya tapi tidak laku di pasaran.