NIO hari ini secara resmi mengumumkan pilihan baterai inovatif yang akan datang untuk mobil listriknya, yakni paket baterai 150 kWh.

Baterai ini terdiri dari sel solid state dengan kepadatan energi ultra-tinggi. Sejauh ini paket baterai tersebut memang belum tersedia.

Tapi, perusahaan asal Cina ini yakin bahwa mereka akan memulai pengiriman paket 150 kWh baru tersebut kepada pelanggan mulai kuartal keempat tahun 2022.

Artinya, hampir dua tahun dari sekarang, sehingga masih cukup waktu bagi NIO untuk mempersiapkan baterai ini sebaik mungkin.

NIO pertama kali memulai dengan baterai 70 kWh pada tahun 2018, kemudian diperkenalkan baterai 84 kWh pada tahun 2019.

Kemudian yang terbaru versi 100 kWh pada akhir tahun 2020. Yang keren adalah, baterai tersebut dapat di-upgrade.

Sehingga, mobil-mobil listrik yang sudah lama pun dapat dilengkapi dengan baterai berkapasitas lebih tinggi.

Seperti yang kami pahami, paket baterai 150 kWh yang baru juga akan dapat ditukar dan di-upgrade untuk setiap model NIO.

"Semua pengguna NIO dapat memilih untuk meningkatkan ke 150 kWh," demikian pernyataan dari perusahaan asal Cina itu.

Dengan demikian, NIO ES8 2018 generasi pertama dengan baterai baru 150 kWh akan mampu mencapai jarak tempuh atau jangkauan NEDC lebih dari 730 km (454 mil).

Setelah baterai 150 kWh tersedia, model NIO baru yang lebih efisien akan mendapatkan jarak tempuh yang lebih luas bagi mobil listrik:

  • NIO ES8 - 850 km (528 mil) NEDC
  • NIO ES6 - 900 km (559 mil) NEDC
  • NIO EC6 - 910 km (566 mil) NEDC

Berita terbesarnya adalah NIO ET7 yang serbabaru, dengan baterai 150 kWh, akan mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km (620 mil) NEDC.

Namun, awalnya pada kuartal pertama 2022, baterai tersebut akan tersedia dengan paket 70 kWh dan 100 kWh saja.

Kepadatan energi 360 Wh/kg

NIO mengatakan bahwa baterai solid-state baru (150 kWh) memiliki kepadatan energi sangat tinggi, 360 Wh/kg (mungkin pada level sel).

Dan, itu 50 persen lebih banyak daripada dalam kasus paket 100 kWh.

Kemasan 84 kWh pada tahun 2019 berada pada 180 Wh/kg (pada tingkat kemasan). Kami menduga bahwa 100 kWh mungkin jauh di atas 200 Wh/kg pada level kemasan.

Baterai baru ini dijanjikan akan menawarkan masa pakai baterai yang baik dan efisiensi pengisian yang lebih tinggi, tetapi rinciannya tidak diberikan.

Baterai baru tersebut menggabungkan beberapa teknologi, termasuk Nickel-Ultrarich Cathode dan Si/C Composite Anode:

Komposisi Baterai NIO baru 150 kwh

Kami yakin bahwa sel baterai ini akan dipasok oleh CATL (China’s Contemporary Amperex Technology), salah satu produsen sel baterai lithium-ion terbesar di dunia.

Secara keseluruhan, semuanya terdengar hebat. Meski harus kita sadari bahwa teknologi ini masih membutuhkan waktu dua tahun sebelum diperkenalkan.

Rencananya, baterai ini akan diterapkan pada mobil-mobil listrik premium dalam kuartal keempat tahun 2022.