“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Filipina memberlakukan perkembangan safeguard (perlindungan industri dalam negeri) untuk kendaraan penumpang serta kendaraan komersial ringan yang diproduksi Indonesia.

Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan perkembangan tersebut membuktikan daya saing industri otomotif Tanah Air yang tinggi.

Industri kendaraan bermotor memang merupakan salah satu yang didorong pengembangannya di Tanah Air. Hal ini karena industri tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan yang juga mendukung perekonomian nasional.

Kontribusi tersebut dapat dilihat dari kinerja ekspor produk otomotif yang masih menunjukkan pencapaian signifikan, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Penerapan safeguard oleh Filipina menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia di atas Filipina,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (12/1/2020).

Di Indonesia, produksi kendaraan roda empat pada tahun 2019 mencapai 1.286.848 unit. Angka tersebut sangat jauh dibandingkan dengan produksi Filipina yang hanya mencapai 95.094 unit.

Ini merupakan pencapaian bagus. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita juga menyampaikan bahwa perkembangan otomotif Indonesia menunjukkan tren yang menggembirakan.

"Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp30 triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif,” Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan.

Selain itu, industri otomotif global memiliki Global Value Chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah.

Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan rata-rata 200.000 unit per tahun.

“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU).

Selain itu juga 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), dan 53,6 juta buah komponen kendaraan.

Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di negara tersebut akibat impor produk sejenis dari Indonesia.

Sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. “Ini disebabkan karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan.

Pada sisi lain, dalam upaya mempercepat laju pertumbuhan ekonomi nasional, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), belum lama ini meresmikan pelabuhan internasional baru, yaitu Pelabuhan Patimban.

Pelabuhan internasional ini akan menjadi pusat lalu lintas ekspor-impor untuk berbagai sektor, seperti otomotif, pertanian, kreatif, dan industri lainnya.

Debut pelabuhan yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini ditandai dengan adanya ekspor sebanyak 140 unit kendaraan roda empat melalui Pelabuhan Internasional Patimban, Subang, Jawa Barat.

Ekspor ini dilakukan sekaligus dalam rangka peresmian dan soft launching pengoperasian perdana Pelabuhan Internasional Patimban pada akhir tahun lalu.

Suzuki Ertiga ekspor