Perang kapasitas dengan Mercedes-Benz pun berakhir.

Ada suatu masa ketika peraturan dan standar emisi tidak begitu longgar setiap desain atau mesin kendaraan.

Pada era 1970-an dan 1980-an adalah masa di mana mobil diciptakan sampai pada batasnya. Performa setinggi mungkin dan desain pun mengikutinya.

Ada yang diproduksi, ada yang hanya prototipe, dan ada pula yang tidak beruntung hanya sebatas rancangan gambar.

Pada 1987, BMW memiliki rencana untuk mengembangkan model teratas dari seri 7 yang sangar dan didasarkan pada model E32 750i.

Keinginan BMW, kekuatannya harus melebihi 300 daya kuda (dk), V12, dan 5,0 liter. Ini bertujuan untuk terus menekan Mercedes-Benz.

Tujuannya sekarang adalah mengembangkan mobil mewah ukuran besar yang memiliki mesin yang sama besarnya. Masalahnya, mesinnya terlalu besar.

Galeri: BMW 750iL V16 Goldfish

Konsepnya bernama Goldfisch atau Secret Seven yang pertama kali dikembangkan oleh Dr. Karlheinz Lange, lalu datanglah Adolf Fischer dan Hanns-Peter Weisbarth bergabung.

Mesin 16 silinder raksasa dibangun untuk mengalahkan mesin dengan silinder yang lebih sedikit. Pengembangan dimulai pada 8 Juli 1987, dan mesin siap pada awal 1988.

Pengujiannya dilakuakn pada bulan Januari dan Februari 1988. Lalu, dipasang di BMW Seri 7 (E32) yang dimodifikasi dengan jarak sumbu roda yang panjang.

Uji coba kendaraan pertama dilakukan pada Mei 1988. Mesin dipresentasikan secara internal pada 7 Juli 1988.

Konsep ini didasarkan pada BMW M70 V12 yang dimodifikasi secara signifikan dengan empat silinder tambahan.

Hasilnya adalah mesin V16 6,7 liter dan sistem manajemen mesin khusus di mana unit tersebut diperlakukan seperti dua sisi dengan masing-masing delapan silinder.

Model 767iL memiliki transmisi manual enam percepatan dan menghasilkan tenaga 408 dk dan torsi 613 Newton meter.

Itu cukup untuk berlari 0-100 km/jam hanya dalam enam detik. Kecepatan tertinggi diberikan hanya di bawah 280 km/jam.

Tapi, ada satu masalah besar. Mesin 310 kilogram V16 lebih panjang daripada mesin V12 di E32 dan tidak menyisakan ruang untuk pendinginan di bawah kap mesin.

Itu berarti memindahkan seluruh sistem pendingin ke dalam bagasi belakang bersama dengan insang fiberglass raksasa dan sekop udara yang membantu mesin bernapas.

Situasi pendinginan di bagian belakang juga berarti perubahan visual, yang mendorong para desainer untuk berkreasi.

Mereka memilih memasang lampu belakang yang lebih kecil. Menghilangkan lampu kabut dan lampu mundur.

Jadi, ini adalah Seri 7 harus didesain ulang secara besar-besaran untuk mengakomodasi mesin V16 bagi konsumen biasa tapi ini belum memenuhi standar uji tabrak.

Belum lagi pada aspek rasio biaya-manfaat? Ini lebih dipertanyakan lagi. Lalu, pada di model BMW manakah mesin raksasa ini dapat dipasang.

Hampir tidak di Seri 8, yang saat itu masih dalam pengembangan. Secara resmi, masalah lingkungan diajukan untuk membenarkan berakhirnya mesin V16.

Pada akhirnya, rencana ini tak dilanjutkan ke fase produksi. Salah satu tujuannya agar perang dengan pabrikan lain tak berlanjut.

Alasan lain, mesin M70, S70B56, yang kemudian dipasang di BMW 850 CSi, menghasilkan tenaga 380 dk dan torsi 550 Nm.

BMW juga harus tahu bahwa Mercedes-Benz tidak hanya meriset V12 tetapi juga mesin V16 meski tidak melanjutkannya ke fase produksi.

Adalah mesin V16 delapan liter dengan tenaga sekitar 540 yang berproduksi untuk dipasangkan ke model 800 SEL pada bodi  W140.

Pada 1991, Mercedes-Benz merilis model 600 SE (W140) untuk melawan BMW 750i. Kekuatannya 408 dk berkapasitas enam liter dan akselerasi 0-100 km/jam dalam enam detik.