BRZ GT300 bakal jadi mobil kompetitif.

Semua orang pasti tahu bahwa Subaru memiliki pengalaman yang mumpuni dalam dunia reli.

Subaru tampil sebagai jawara di berbagai lintasan reli. Memenangkan kejuaraan dengan legenda seperti Colin McRae, Richard Burns, dan Petter Solberg.

Namun, kehadiran merek tersebut dalam balap sirkuit bisa dibilang nyaris tidak ada.

Tapi sepertinya hal itu kemungkinan akan berubah, karena produsen Jepang itu baru-baru ini meluncurkan mobil balap BRZ GT300 baru.

Mobil tersebut bakal hadir untuk bersaing di kejuaraan Super GT - seri balap ketahanan utama di Jepang. Wow!

Pembalap BRZ sebelumnya yang berlaga di musim 2020 menggunakan mesin boxer EJ20 2,0 liter 4 silinder turbocharged yang menghasilkan tenaga sekitar 345,2 Hp.

BRZ GT300
BRZ GT300
BRZ GT300

Sementara untuk tahun ini, peserta balap bakal menggunakan mesin 2,4 liter yang lebih besar.

Sayangnya, pengungkapan mobil Subaru tersebut sangat singkat. Meski sebentar, tapi bisa dipastikan jika Subaru BRZ GT300 bakal menjadi mobil yang kompetitif untuk bertarung di arena Super GT di Fuji Speedway.

Kami belum dapat membuat penilaian apa pun tentang kinerja mobil balap itu, tetapi setelah musim 2020 yang sangat sukses - meraih pole di Motegi, dan beberapa podium di tempat lain - kami yakin Subaru BRZ GT300 bakal melibas lintasan dengan prestasi baik.

Sekilas, aero-kit terlihat sangat mirip dengan generasi sebelumnya dengan sedikit penyesuaian.

Semuanya terlihat sangat menjanjikan, tapi kita hanya harus menunggu dan melihat bagaimana performa mobil pada balapan pertama -yang menurut kalender sementara akan berlangsung di Sirkuit Internasional Okayama pada bulan April.

Balap Super GT dipastikan menjadi semakin menarik. Event ini tidak hanya sekedar menyuguhkan balapan saja, tapi juga akan dibarengi dengan ajang pameran, sebagaimana diperlihatkan pada tahun 2019.

Konsep tersebut memberikan hiburan menarik bagi penggemar motorsport dan penggemar otomotif yang datang.

Besarnya animo penonton membuat balapan tersebut menjadi event yang berpotensi ekonomis sangat besar.

Namun, dengan Covid yang belum reda, kemungkinan event tersebut bakal tertunda untuk jangka waktu yang belum bisa ditentukan.