Tahun 2020 lalu, Sony, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai produsen PlayStation dan alat-alat elektronik, sempat mengejutkan dunia.

Atau, setidaknya mengejutkan bagi peserta CES Technology Conferences 2020 saat Sony memamerkan sebuah mobil produksinya.

Disebut Konsep Vision-S, mobil produksi Sony ini adalah sebuah konsep sedan listrik yang bisa mengemudi sendiri (otonom).

Dengan raksasa teknologi sekelas Sony di belakang proyek itu, kami dapat mengatakan bahwa banyak orang berharap mobil konsep itu akan diproduksi secara massal.

Setahun kemudian, dalam ajang yang sama awal Januari 2021, Sony kembali memamerkan Vision-S kepada publik. Bahkan kali ini melakukan pengujian di jalan umum Eropa.

Ini tentu saja kembali memicu harapan dan rasa penasaran bagi masyarakat bahwa Sony akan memproduksi mobil sedan listriknya itu.

Kenyataannya, Sony memang terus mengembangkan konsep tersebut, tetapi tidak akan mencapai proses produksi. Setidaknya, tidak akan ada mobil bermerek Sony.

Galeri: Konsep Sony Vision-S

Pernyataan itu datang dari juru bicara Sony, dikutip dari Car and Driver. "Saat ini, kami tidak memiliki rencana memproduksi atau menjual kendaraan secara massal,” katanya.

“Dengan mobilitas yang diharapkan jadi megatren di masa depan, kami sedang menjajaki bagaimana Sony dapat berkontribusi dalam era mengemudi otonom," ia menambahkan.

"Melalui kekuatan kami dalam pencitraan dan penginderaan, kami bertujuan untuk berkontribusi pada keselamatan dan keandalan dalam mengemudi otonom,” ujarnya.

Juru bicara yang tidak disebut namanya itu mengatakan, Sony ingin memberikan pengalaman yang hebat dengan memanfaatkan fitur hiburan mereka saat mengemudi.

Jadi, ya, betapa pun indahnya desain konsep Vision-S, itu hanyalah uji coba untuk teknologi mobil masa depan.

Terutama dalam hal keselamatan dan keandalan dalam mengemudi otonom, serta meningkatkan hiburan dalam mobil dan pengalaman keseluruhan.

Konsep Vision-S sendiri saat ini memiliki kemampuan kendaraan otonom Level 2+, terbatas pada cruise control adaptif, sistem parkir mandiri, dan pergantian jalur otomatis.

Jelas, raksasa teknologi tersebut tidak berhenti di situ, dengan kemampuan kendaraan otonom Level 4 yang sudah di depan mata.

Dalam hal teknologi, konsep Vision-S juga memasang stereo yang canggih dengan sistem 360 Reality Audio dari Sony, menciptakan lingkungan suara per orang.

Tentu saja, dengan koneksi 5G, bermain video game saat dalam perjalanan adalah suatu keharusan.

Dengan fitur pencitraan (imaging), optikal, dan hiburan, Sony antara lain menunjukkan kepada kita bahwa teknologi mereka dapat melampaui kecanggihan sebuah mobil.

Jangan heran jika suatu saat nanti akan hadir mobil electric vehicle (EV) self-driving dengan komponen Sony.

Jika itu terjadi, Anda harus ingat bahwa pernah ada mobil bermerek Sony yang cantik dan pernah dikembangkan.