Bukti lanjutan bahwa diferensiasi segmen telah kehilangan makna dalam beberapa tahun terakhir adalah peluncuran Renault Kiger, yang secara resmi disebut model compact.

Padahal crossover ini hanya memiliki panjang 3.991 milimeter (157,1 inci), yang membuatnya harus bersaing di pasar India yang sangat kompetitif buat kendaraan sub empat meter.

Sementara di Eropa, Renault Kadjar - yang juga merupakan crossover compact - berukuran 459 mm (18 inci) lebih panjang dari Kiger.

Renault memperkenalkan Kiger sebagai showcar pada November 2020, dan kini sudah meluncurkan versi produksinya.

Model itu ditempatkan di atas Renault Kwid yang lebih kecil, tanpa mengganggu Dacia Duster yang dijual di India dengan logo diamond Renault.

Seperti kebanyakan mobil di pasar India, crossover baru ini memiliki ground clearance yang besar, 205 mm (8 inci), untuk beradaptasi dengan jalanan kasar di negara terpadat kedua di dunia tersebut.

Galeri: Renault Kiger 2021

Desain eskterior Kiger merupakan kombinasi dari beberapa model Renault lain. Bagian depan terlihat seperti Kwid yang lebih mewah, sedangkan di belakang ada sentuhan Captur dengan taillight C-shape.

Bicara soal lampu, Renault telah melengkapi Kiger dengan pencahayaan LED di depan dan belakang. Sementara versi yang lebih mewah mendapat roda 16 inci dengan finishing potongan berlian hitam.

Meskipun ini adalah crossover berharga terjangkau, tapi pelanggan bisa memesan Kiger dengan tema cat dua warna.

Sedangkan untuk interior, desainnya terlihat tidak asing, karena tiga dial bulat dengan layar built-in untuk kontrol iklim dipinjam dari produk Renault dan Dacia lainnya.

Tombol start-stop juga mengingatkan kita pada model lain dari Groupe Renault, sama halnnya dengan cluster instrumen digital tujuh inci.

Fitur tersebut disertai dengan layar sentuh delapan inci, tampak seperti tablet yang ditempelkan ke konsol tengah.

Dari segi spesifikasi teknis, Kiger menggunakan platform yang sama dengan minivan Triber - model sub empat meter lainnya yang dijual oleh Renault di India.

Di bawah kap, mesin bensin tiga silinder 1,0 liter turbocharged menghasilkan 100 daya kuda dan torsi 118 pound-feet (160 Newton-meter).

Output tersebut dikirim ke roda depan melalui transmisi manual lima kecepatan atau CVT opsional.

Mesin naturally aspirated 1,0 liter yang lebih kecil juga tersedia, menghasilkan 72 dk dan torsi 71 lb-ft (96 Nm) melalui transmisi manual lima kecepatan atau gearbox robotisasi Easy-R.

Mungkin kedengarannya tidak terlalu bertenaga, tetapi kami perlu menyebutkan bahwa Kiger hanya memiliki bobot 1.012 kilogram (2.231 pon).

Menariknya, Kiger bahkan memiliki mode sport untuk "respons mesin yang lebih tajam dan perpindahan yang lebih cepat."

Meski merupakan crossover mungil, Renault menekankan kapasitas kargo Kiger sebagai yang terbaik di kelasnya, berkat volume 405 liter yang dapat ditambah hingga 879 liter setelah melipat jok belakang.

Ada juga beberapa kompartemen penyimpanan lain di seluruh interior, menawarkan tambahan 29 liter. Kiger hadir dengan boks upper glove - pertama di segmennya - yang  berukuran cukup besar.

Mempertimbangkan semua itu, tampaknya Renault telah menghadirkan rival yang layak untuk model populer, seperti Nissan Magnite, Kia Sonet, dan Hyundai Venue.