Salah satu hambatan utama untuk mendapatkan berita dari Cina tentu saja bahasa, tetapi Google Translate dan akun Twitter Moneyball cukup membantu kami.

Lewat akun Moneyball itulah kami mengetahui CATL (Contemporary Amperex Technology) membuat pengumuman luar biasa pada Konferensi Kendaraan Energi Baru Global ke-10.

Ajang tersebut digelar pada 27 Januari 2021 lalu. Salah satu produsen baterai lithium-ion terbesar di dunia itu mengumumkan hal terkait baterai LFP dan strategi pengemasan baru CATL yang disebut CTC (cell-to-chassis).

Tetapi, berita solid-state cell-nya adalah yang paling menarik: bagaimana dengan rencana memproduksi baterai dengan daya lebih dari 350 Wh/kg?

Itulah yang dapat dicapai oleh produsen baterai asal Cina tersebut seperti dijelaskan Xiang Yanhuo, Presiden Passenger Vehicle Solutions Department (Departemen Solusi Kendaraan Penumpang) CATL.

"Tapi, masih ada beberapa masalah teknologi dan proses utama yang perlu ditangani oleh industri," ujar Xiang Yanhuo.

Menurut dia, baterai solid-state dari CATL ini dapat menghasilkan hingga 400 Wh/kg.

Baterai CATL pada EV dari Inside EVs

Xiang Yanhuo mengatakan pihaknya sudah hampir 10 tahun ini meneliti baterai solid-state.

“Dari penelitian itu kami bisa simpulkan bahwa menggunakan logam lithium sebagai bahan elektroda negatif adalah arah pengembangan terbaik untuk baterai solid-state," katanya.

Sayangnya, hanya itu yang ia ungkapkan dalam acara tersebut. Kami juga belum mendapatkan informasi soal tempat konferensi itu berlangsung.

Mengenai sel baterai LFP, perkembangan baru segera mencapai 200 Wh/kg dan bahkan 230 Wh/kg.

Saat ini yang terbaik hanya mencapai 160 Wh/kg. Jika mereka benar-benar mencapai 200 Wh/kg, itu berarti peningkatan 25 persen.

 

Menurut Xiang Yanhuo, peningkatan daya baterai itu akan membantu perusahaan menjual mobil listrik yang lebih aman dan terjangkau.

Apalagi jika perusahaan menyelesaikan masalah pengisian cepat (fast charging) dan jarak tempuh yang memengaruhi Tesla Model 3 yang dijual di Cina dan Eropa dengan sel LFP.

CATL saat ini memasok baterai LFP ini ke Tesla Model 3 yang dibangun di pabriknya, Giga Factory, Shanghai, Cina.

Mereka kemungkinan juga akan melakukan hal yang sama untuk mobil Tesla masa depan seharga 25.000 dolar AS (Rp350 juta).

Bagian dari peningkatan itu harus dilakukan dengan CTP (cell-to-pack), yang menghemat berat dan membantu baterai memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi.

Sedangkan CTC seperti yang disebutkan pada paragraf awal tulisan ini, memiliki tujuan  sama. Strategi ini akan memungkinkan sel baterai untuk dikemas langsung ke sasis.

Kami tidak yakin apa arti "sasis" itu. Jika secara harfiah merupakan sasis, CTC akan dibatasi untuk kendaraan seperti bus dan truk pikap.

Jika perusahaan menggunakan kata tersebut dalam arti yang lebih luas - yang lebih mungkin - itu mungkin berarti baterai tidak akan dimasukkan ke dalam kemasan lagi.

Melainkan dipasang langsung ke struktur kendaraan listrik, baik menggunakan unibody, body-on-frame, maupun stressed konstruksi kulit.

Teknologi CTC ini rencananya akan diperkenalkan pada 2025, dan tampaknya dianggap sebagai evolusi CTP.

CATL akan menghadirkan tiga generasi CTP lagi hingga CTC siap, yang akan mengubahnya menjadi generasi keempat dari ide tersebut.

CTC generasi kedua, juga CTP kelima, dijadwalkan beredar pada tahun 2028 mendatang.

Ketika CTC generasi kedua tersedia, CATL memperkirakan bahwa baterai LFP akan dapat menawarkan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer (621 mil).

Hal itu diungkapkan Lin Yongshou, salah satu direktur CATL yang terkait dengan penelitian baterai. Ia mungkin juga salah satu orang yang bertanggung jawab atas terobosan ini.

Mengenai informasi terkait biaya produksi akan diberitahukan lebih lanjut oleh CATL.