Nissan Note e-POWER terbaru laris manis. Sejak rilis di Jepang pada Desember 2020, penjualan model terbaru dari pabrikan asal Negeri Sakura itu melampaui target, yakni sebesar 20.000 unit. 

Dalam siaran resminya, Nissan mengungkapkan jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dari target yang dicanangkan sebelumnya untuk Nissan Note e-POWER sebanyak 8.000 unit. 

Mobil ramah lingkungan ini dilengkapi powertrain elektrifikasi e-POWER dari Nissan.  Note sepenuhnya diperbarui itu mulai dijual 23 Desember dengan target penjualan 8.000 kendaraan per bulan. 

"Hingga hari ini, Nissan menerima pesanan sebanyak 20.044," demikian pernyataan Nissan Global dalam siaran persnya.

Nissan Note e-POWER hadir dengan platform baru sistem e-POWER generasi kedua yang disempurnakan, serta menawarkan akselerasi - deselerasi yang mulus, stabil dan ruang kabin yang senyap.

Nissan Note 2021

Nissan berharap pada akhir tahun fiskal 2023 nanti dapat mengirimkan lebih dari 1 juta kendaraan listrik, termasuk model EV dan e-POWER, kepada pelanggan di seluruh dunia setiap tahun.

Adapun varian terlaris dari Nissan Note e-POWER adalah tipe tertinggi atau tipe X. Secara keseluruhan, tipe ini menyumbang 80 persen dari total pesanan.

Sementara, sisanya yakni 40 persen pelanggan memilih mobil berfitur ProPILOT dengan sistem dukungan pengemudi Navi-link.

Lebih dari setengah jumlah konsumen juga memesan alat navigasi NissanConnect, Intelligent Around View Monitor, dan sistem Adaptive LED Headlight, yang makin menggarisbawahi permintaan yang tinggi pada teknologi Nissan Intelligent Mobility.

Sistem Nissan e-Power diyakini mampu memberikan manfaat dari sebuah kendaraan listrik tanpa khawatir mengenai pengisian ulang daya baterainya.

Sistem penggerak e-Power yang inovatif ini menjadi tonggak penting dalam strategi elektrifikasi di bawah arahan visi Nissan Intelligent Mobility (NIM), yang berfokus pada Intelligent Driving.

Teknologi Nissan e-Power menggerakkan roda kendaraannya menggunakan motor listrik yang juga didukung oleh baterai lithium-ion on-board.

Galeri: All-new Nissan Note 2021

Walaupun demikian, teknologi Nissan e-POWER tidak membutuhkan charger eksternal. Untuk mengisi daya baterai ketika mobil sedang dikendarai, teknologi ini menggunakan mesin bensi berukuran kecil.

Perlu diketahui, mesin bensin tidak akan menggerakkan roda kendaraan dan hanya akan beroperasi jika dibutuhkan saja.

Melalui sistem kerja seperti ini, maka akan dihasilkan efisiensi bahan bakar yang optimal, sehingga teknologi mobil listrik e-Power besutan Nissan ini tak membutuhkan charger atau pengisian ulang listrik.

Keuntungan dari e-Power sendiri yaitu mobil berakselerasi dengan sangat baik mulai dari 0 km/jam dan bergerak tanpa suara.

Seperti mobil-mobil listrik murni, secara instan Anda akan merasakan torsi motor listrik ke roda-roda. Ketika mobil akan melalui tanjakan dan membutuhkan akselerasi ekstra, maka motor listrik menerima tenaga dari baterai dan mesin untuk meningkatkan kinerjanya.

Sistem penggerak e-Power ini sudah ditanamkan pada mobil listrik paling laris dari Nissan, yaitu Nissan Leaf yang terjual sebanyak 277.000 unit sejak tahun 2010.

Sementara itu, Nissan Note e-Power telah dijual di Jepang mulai November 2016. Sebulan setelah dipasarkan, Nissan kemudian menjual Nissan Note e-Power NISMO dan Nissan Note e-Power NISMO S.