BMW sadar hanya 20 persen orang menyukainya. Tapi, mereka adalah pelanggan yang tepat.

Jika ada daftar merek mobil dengan desain kendaraan paling kontroversial akhir-akhir ini, kita tidak akan terkejut jika melihat merek BMW tercantum di sana.

Produsen mobil asal Jerman tersebut baru-baru ini meluncurkan mobil baru dengan gril berbentuk  ginjal raksasa yang “lucu”.

Tentunya ini menarik perhatian, terutama bagi para Bimmers, bahkan sebelum mobil-mobil tersebut diluncurkan secara resmi di pasaran.

Ya, kita sedang membicarakan BMW 4 Series terbaru. Tentunya bersama BMW 7 Series dan duo BMW X7 terbaru yang menggunakan gril tersebut.

Jika Anda salah satu dari mereka yang ingin mengatakan sesuatu tentang hal ini, sebaiknya jangan buang-buang napas.

Sebab, BMW sebenarnya telah membaca berbagai kanal media sosial dan berbagai berita pers, sehingga mereka tahu bahwa Anda tidak menyukainya.

Lebih penting lagi, mereka memahami bahwa arah desain baru yang mereka buat ini tidak mungkin menyenangkan semua orang.

Galeri: First Drive: BMW Seri 4 2021

Itulah yang diungkapkan Domagoj Dukec, kepala desain BMW, dalam sebuah wawancara dengan Top Gear baru-baru ini.

Dukec mengaku tidak terlalu terkejut dengan banyaknya reaksi negatif yang mereka dapatkan dengan desain mobil baru.

Ditegaskannya, adalah hal yang wajar jika setiap orang memiliki pendapat, terutama kepada BMW 4 Series yang paling sering dikritik.

Menurut Dukec, sesuatu yang berbeda harus diciptakan dan dipertahankan jika Anda ingin menonjol dalam dunia bisnis.

"Bukan tujuan kami untuk menyenangkan semua orang di dunia,” kata Dukec dalam wawancaranya dengan Top Gear, terkait kritik tersebut.

“Anda tidak dapat membuat desain yang menyenangkan semua orang. Tetapi Anda harus menyenangkan pelanggan Anda," ia menambahkan.

Terlepas dari berbagai kritikan tersebut, Dukec dan timnya yakin dengan tampilan BMW pada gril BMW 4 Series mereka.

Perlu dicatat, mereka pun sadar bahwa hanya 20 persen orang yang menyukainya. Tapi, orang-orang itu adalah jenis pelanggan yang tepat dan menjadi sasaran perusahaan.

Selain soal kepercayaan, kami berpikir bahwa BMW seharusnya juga bekerja keras untuk meluruskan strategi media sosialnya.

Perusahaan asal Jerman tersebut menuai kritik di Twitter dua kali pada tahun 2020 dalam konteks kesesuaian, meskipun mereka sudah minta maaf.

Tentu saja, bukan itu yang diinginkan perusahaan dan jelas bukan itu yang mereka maksud ketika mereka mengatakan bahwa tidak mungkin menyenangkan semua orang.