Larry Caplin, salah satu pemilik SSC Tuatara, percaya diri mencapai sasaran itu.

SSC Tuatara membuka tahun 2021 dengan sukses. Hypercar asal Amerika Serikat  ini telah mencapai kecepatan yang memecahkan rekor pada percobaan resmi kedua, Januari lalu.

Hal tersebut sekaligus membalas kritik terhadap SSC Tuatara pada percobaan pertama yang kurang sukses tahun lalu.

Meskipun SSC Tuatara gagal mencapai kecepatan yang diklaim selama balapan pertama lalu, kali ini mobil tersebut mencapai kecepatan rata-rata 282,9 mil per jam (455,2 kilometer per jam).

Itu berarti memecahkan rekor kecepatan tertinggi sebelumnya yang dibuat oleh Koenigsegg Agera RS pada November 2017 lalu.

Tapi itu bukanlah akhir dari perburuan kecepatan tertinggi Tuatara. Hal ini diungkapkan Larry Caplin, pemilik dan pengemudi SSC Tuatara yang memecahkan rekor tersebut.

Menurut Caplin, sebelumnya dia sangat ingin kembali lagi dan mencoba mencapai kecepatan hingga 300 mil/jam (482,8 km/jam).

Galeri: SSC Tuatara Capai 445 Km/Jam di Johnny Bohmer Proving Grounds

Dan, ia cukup percaya diri untuk mencapai sasaran tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Top Gear, Caplin mengatakan bahwa ia nyaman mencapai target itu.

Caplin mengaku sebelumnya mampu menempuh jarak 0,6 km sebelum finis pada kecepatan 286,1 mil/jam (460 km/jam).

Itu merupakan kecepatan tertinggi mutlak yang diraih SSC Tuatara-nya dalam upaya memecahkan rekor tersebut.

Melihat hal tersebut, Caplin mengaku percaya bahwa masih banyak lagi rekor yang akan datang.

Pertanyaannya sekarang adalah kapan dan di mana percobaan mencapai 300 mil/jam itu akan dilakukan?

Sekadar wawasan terkait dua pertanyaan tersebut, izinkan kami memberikan sedikit gambaran dari dua percobaan terakhir.

Percobaan resmi kedua SSC Tuatara yang menghasilkan rekor tersebut berlangsung di Lapangan Pembuktian Johnny Bohmer, Fasilitas Pendaratan Luar Angkasa Florida.

Lapangan itu hanya memiliki landasan pacu sepanjang 2,3 ​​mil (3,7 km) untuk digunakan, dengan SSC Tuatara menggunakan 1,9 mil (3 km) untuk mencapai kecepatan tertinggi absolut.

Karena itu,  Caplin harus mencapai kecepatan tinggi secepat mungkin, yang menghasilkan panas lebih awal saat dijalankan dan berbeda dari upaya kecepatan tertinggi dari supercar lain.

Sebagai perbandingan, kecepatan Bugatti Chiron Super Sport 304 mil/jam dilakukan di Ehra Lessen, yang memiliki lintasan lurus 5,4 mil (8,7 km) lebih panjang dan banking corner.

Kondisi tersebut memungkinkannya untuk secara perlahan meningkatkan kecepatan dalam jarak yang sangat jauh.

Sedangkan jalan raya Nevada, tempat terjadinya lomba kecepatan SSC Tuatara pertama yang kontroversial, memiliki panjang 7 mil (11,2 kilometer).

Semga saja pada percobaan ketiga mendatang SSC Tuatara akan melaju di lintasan yang lebih representatf lagi dan mampu mengeksploitasi kecepatannya.