Perjalanan Isuzu Panther resmi berakhir. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) secara resmi mengumumkan untuk menghentikan produksi Isuzu Panther di dalam negeri tahun ini.

Rumor Isuzu Panther disetop produksinya sudah mencual sejak 2020. Bahkan, Isuzu Panther sudah hilang dari website resmi Isuzu Indonesia.

Marketing Division Head IAMI Attias Asril menjelaskan alasannya. Keputusan ini diambil seiring dengan implementasi kebijakan kebijakan emisi gas buang baru menjadi Euro IV.

Selain itu, popularitas Isuzu Panther di Indonesia mulai menurun. Terlihat dari penjualan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (GAIKINDO), grafik penjualan Isuzu Panther kian menurun. Pada 2018, distribusi dari pabrik ke diler adalah 950 unit.

Kemudian pada tahun berikutnya, merosot ke angka 763 unit. Adapun tahun lalu, penjualan hanya 320 unit.

"Bisnis Isuzu di Indonesia hari ini kita akan fokuskan pada commercial vehicle. Tetapi dari sisi pengguna Panther, tidak perlu khawatir (prihal servis). Terima kasih Panther," kata Attias Asril.

Isuzu Panther telah menemani masyarakat Indonesia sejak 1991. Selama tiga dekade, Isuzu Panther sudah terjual 433.117 unit termasuk varian minibus dan pikap.

Meski produksi Isuzu Panther berhenti, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memastikan servis dan suku cadang mobil legendaris itu tetap terjamin.

After Sales Service Division Head Astra Isuzu Heri Wasesa mengatakan pihaknya menjamin suku cadang mobil Panther masih tetap diproduksi selama 8 tahun ke depan.

"Kewajiban sebuah merek menyediakan spare part itu sampai 8 tahun sejak tahun run out, jadi 8 tahun ke depan masih kita jamin ketersediaan spare part-nya," ujar Heri Wasesa.

Ia juga menuturkan bahwa selama permintaan suku cadang Panther tetap tinggi maka selama itu pula tetap diproduksi.

"Tapi faktanya, hukum ekonomi, ketika ada permintaan, ada pasar, pasti akan dilayani, tentunya permintaan itu disesuaikan dengan volume."

"Kendaraan yang masuk ke bengkel kami itu di tahun 1990-an akhir dan tahun 2000-an awal masih masuk ke bengkel kami, jumlahnya cukup besar. Mobil Isuzu yang umurnya 20 tahun masih rutin masuk ke bengkel kami, ketersediaan spare part rasanya tidak perlu dikhawatirkan," ujar Heri Wasesa.

Isuzu Panther pertama kali muncul di Indonesia pada 1991. Multi-Purpose Vehicle (MPV) ini bukan hanya terkenal soal daya angkutnya, melainkan ketangguhan dan keiritan dari mesin diesel yang digunakannya.

 

Generasi awal Panther menggunakan mesin diesel dengan kode C223, dengan kubikasi 2.238cc 4 silinder OHV indirect injection yang menghasilkan tenaga 72 TK di 4.300 rpm dan torsi puncak 140 Nm di 2.400 rpm.

Pada 2005 menjadi momen terakhir Isuzu meremajakan Panther sampai dengan saat ini. Perubahan yang dilakukan berupa pembenahan pada beberapa sektor tampilan, seperti gril, desain lampu utama, serta interior. Pada periode tersebut juga Isuzu meluncurkan versi Grand Touring dan LV Adventure.

Sebagai pengganti,PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) bakal meluncurkan dua model baru yang diprediksi Isuzu mu-X dan Isuzu D-Max. Kendati demikian, sejauh ini pihak IAMI belum ingin membuka lebar terkait informasinya.

Galeri: Isuzu D-Max 2021