Jika Anda mengunjungi dealer Cadillac, hampir dapat dipastikan bahwa sebagian besar - jika tidak semua - kendaraan anyar yang dipajang adalah SUV.

Saat ini, brand mewah GM tersebut memang sedang menawarkan berbagai varian crossover, seperti XT4, XT5, dan XT6, serta SUV flagship Escalade.

Jika digabungkan, deret kendaraan tersebut mewakili 81 persen penjualan keseluruhan Cadillac sepanjang 2020.

Meskipun beberapa dealer sangat puas dengan pencapaian tersebut, sebagian lagi mengungkap hasrat untuk melihat model lain, terutama convertible.

Berbicara kepada Automotive News, Ketua Dewan Dealer Nasional Cadillac, David Butler, mengamini bahwa para pengecer senang atas kesuksesan yang dicatat crossover produksi perusahaan.

Namun, tentu masih ada ruang untuk penambahan model dalam lineup perusahaan yang berpusat kepada SUV itu.

Merujuk ke keluarga Blackwing, Butler mengatakan bahwa varian tambahan dari CT4 dan CT5 mungkin bisa meningkatkan kesuksesan mereka di showroom dealer.

"Kami selalu ingin memiliki mobil convertible," dia menambahkan.

The Confusing Story of the Cadillac Allante

Apakah itu berarti akan ada convertible empat kursi dalam jajaran Cadillac (pertama sejak Eldorado 1985), atau hanya sekedar trim tambahan dari sedan CT4 dan CT5, masih belum jelas.

Bagaimanapun, atap terbuka merupakan bagian penting dalam warisan Cadillac.

Mulai dari Dual-Cowl Sport Phaeton 1929 dan Eldorado Biarritz 1959, sampai Allante 1987-1993 yang dirakit Pininfarina dan XLR 2004-2009.

Terlepas dari faktor sejarah, Cadillac tidak pernah lagi menawarkan kendaraan beratap terbuka sejak XLR berhenti diproduksi.

Perusahaan tersebut sempat menyatakan minat untuk merakit convertible flagship - dibuktikan konsep Cadillac Ciel yang ciamik - tapi sampai saat ini belum ada yang terealisasi.

Kita tentu akan sangat senang meihat Ciel tersebut lahir kembali sebagai soft top serba listrik dan mewah (mungkin varian convertible dari Celestiq EV yang akan datang).

The 1959 Cadillac: Symbol of a Bygone Era

Bicara soal listrik, Butler memuji pedekatan Cadillac dalam mengintegrasikan pengisian dan perbaikan infrastruktur EV kepada dealer mereka.

GM akan mewajibkan dealer yang ingin menjual Cadillac EV untuk berinvestasi hingga 200.000 dolar AS (Rp2,7 miliar).

Dana tersebut akan dipakai untuk menambahkan stasiun pengisian daya dan melatih para pekerja tentang cara memperbaiki mobil listrik.

Cadillac Lyriq, yang akan menjadi EV khusus pertama dari perusahaan tersebut, diharapkan mendarat di sejumlah dealer pada 2022.