Peugeot Global melakukan perubahan manajemen. Setelah grup PSA merger dengan Fiat Chrysler menjadi Stellantis, berbagai perombakan pada organisasi terjadi.

Salah satunya terjadi pada tanggal 20 Januari 2021 lalu Stellantis menunjuk CEO baru. Manajemen baru ini akan menjadi nakhoda bagi brand Peugeot Global di kancah Internasional. Dia adalah Linda Jackson yang dipercaya menjadi pemimpin baru Peugeot Global.

Dari Inggris hingga ke Prancis, Linda Jackson memiliki sejuta pengalaman pada industri otomotif. Salah satu contohnya jabatan bidang keuangan dan komersil padai Jaguar, Land Rover, dan grup Rover.

Linda menyandang Manajer Finansial Regional untuk grup Rover Eropa pada akhir 90-an. Kemudian dilanjutkan Direktur Penjualan dan Keuangan di grup MG Rover hingga 2004.

Pada 2005, Linda Jackson bergabung dengan PSA Group dan mengisi peran penting pada jabatan keuangan untuk brand Citroen. Hingga pada tahun 2010 menjadi CEO untuk Citroen Inggris dan Irlandia.

Stellantis

Kariernya terus menanjak. Jabatan CEO Citroen secara global pada tahun 2014 pun diraih. Selama 6 tahun kepemimpinannya di Citroen, Linda berhasil meningkatkan penjualan.

Linda Jackson mampu mentransformasi Citroen menjadi sebuah brand yang lebih matang dan bisa diterima masyarakat umum secara global.

Pada Januari 2020, Linda ditugaskan untuk mengembangkan berbagai brand milik grup PSA. Dia mampu memantapkan berbagai strategi dan target market dari brand-brand seperti Peugeot, Citroen, DS, dan lainnya.

Langkah ini menjadi salah satu alasan nama Linda Jackson mencuat menjadi pilihan dari grup. Hingga akhirnya dipercaya sebagai nahkoda baru untuk Brand Peugeot Global di kancah Internasional.

“Saya dengan senang hati bergabung dengan Peugeot dan melanjutkan pengembangan Brand ini. Tantangan yang sangat menggairahkan seiring dengan diluncurkannya grup Stellantis," kata Linda Jackson, CEO Peugeot Brand.

Stellantis

Setelah sekian lama, dan banyak spekulasi yang menyertai, akhirnya kabar itu resmi juga. Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan Groupe PSA bergabung jadi satu perusahaan.

Keduanya membentuk satu payung produsen mobil bernama Stellantis. Moniker tersebut berasal dari kata Latin "stello", yang berarti "menjadi cerah bersama bintang" jika diterjemahkan secara harfiah.

Rencana merger FCA dan PSA sebenarnya sudah diumumkan secara resmi sejak akhir Oktober 2019.

Saat itu, visinya adalah membentuk serikat 50-50, dengan para pemegang saham di masing-masing perusahaan bakal memiliki 50 persen ekuitas.

Daftar panjang tersebut menjadikan Stellantis sebagai produsen mobil terbesar keempat di dunia, hanya kalah dari Toyota, Volkswagen Group, dan Aliansi Renault-Mitsubishi-Nissan.