Sebuah berita baru-baru ini melalui Sina Motors yang berbasis di Cina mengabarkan, Tesla semakin serius memproduksi mobil listrik dengan harga terjangkau.

Dikutip dari Sina Motors, Tesla sudah dalam proses melakukan penilaian dampak lingkungan (EIA) dari mobil Tesla lebih murah yang akan datang di Cina.

Selain itu, laporan tersebut menunjukkan bahwa Tesla memiliki rencana untuk memulai uji kendaraan masa depannya di jalan raya pada akhir tahun ini.

Sina Motors juga berspekulasi, mobil seharga 25.000 dolar AS (Rp351 juta) hingga 30.000 dolar AS (Rp421 juta) itu mungkin akan diluncurkan dalam ajang Guangzhou Auto Show mendatang.

Tesla sebelumnya sudah memproduksi hampir 510.000 mobil pada tahun 2020 dan mengirimkan sekitar 499.550 unit.

Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi produsen mobil listrik tersebut di tengah pandemi global virus corona.

Galeri: Tesla Model 3

Kami baru-baru ini mengetahui bahwa sebagian besar kendaraan Tesla yang dikirim ke seluruh dunia adalah sedan Tesla Model 3.

Sangat masuk akal karena ini adalah model Tesla yang paling populer dan paling murah dibanding model lainnya (S, X, dan Y).

Meski demikian, CEO Tesla Elon Musk sendiri memperkirakan Tesla Model Y pada akhirnya akan laku lebih banyak dibanding yang lainnya.

Walaupun akan sulit mewujudannya dalam waktu dekat karena Tesla Model 3 saat ini terjual dengan sangat baik, tapi itu bukan tidak mungkin.

Seperti yang baru saja kami laporkan, Tesla siap untuk membangun setidaknya 450.000 kombinasi mobil Tesla Model 3 dan Tesla Model Y di Cina pada tahun 2021.

Tesla juga akan meluncurkan Tesla Model Y di Eropa tahun ini, serta memproduksinya di pabrik Gigafactory baru di Berlin, Jerman.

Lepas dari itu, jika Tesla dapat membawa model yang lebih murah ke pasar, tampaknya mobil itu akan dengan mudah menjual lebih banyak daripada Tesla Model 3 dan Tesla Model Y.

Namun, meski Elon Musk telah mendukung gagasan tersebut dan memberikan petunjuk secara berkala, belum ada informasi resmi yang diumumkan terkait hal tersebut.

Produsen mobil listrik itu hanya menyebutkan adanya "Produk Masa Depan" dalam laporan pendapatan kuartal keempat 2020 lalu.

Sayangnya, kami belum tahu banyak tentang kendaraan masa depan Tesla yang lebih terjangkau ini.

Kami memahami bahwa mobil itu mungkin dirancang oleh bakat-bakat lokal di Cina, bukan oleh Franz Von Holzhausen dan tim desain utama Tesla.

Sina Motors mengabarkan, kendaraan masa depan tersebut akan menjadi hatchback kompak yang berbagi platform dengan Tesla Model 3.

Beberapa rumor juga menyebut kendaraan Tesla yang terjangkau tersebut akan dinamai Tesla Model 2. Benarkah demikian? Menarik dinantikan.

Lede image: E for Electric