Kalau kita melakukan perjalanan jauh dengan kendaraan bermotor ke daerah yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, seringkali kita bertanya soal ketersediaan SPBU di sepanjang jalan yang ditempuh.

Biasanya kita melakukan survei lewat Google Maps atau Waze untuk mencari tahu keberadaan SPBU terdekat dengan jalur yang akan kita lewati.

Maklum saja, terkadang SPBU hanya bisa dijumpai di wilayah kota atau kabupaten. Itupun jumlahnya tidak banyak.

Tapi, jangan khawatir. Pertamina kini mulai mengembangkan suplai BBM-nya hingga ke pelosok desa melalui jaringan Pertashop.

Pertashop merupakan singkatan dari Pertamina Shop.

Pertashop adalah outlet penjualan Pertamina berskala tertentu yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non-subsidi, LPG non-subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya.

Pertashop mengutamakan lokasi pelayanannya di desa atau di kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Pertashop merupakan usaha kemitraan antara Pertamina dengan individu warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki izin usaha.

Seperti Usaha Dagang (UD), Commanditaire Vennootschap atau Persekutuan Komanditer alias CV, Perusahaan Terbatas (PT), atau badan usaha lainnya.

Sebagaimana dikutip laman resmi Kemitraan Pertamina, syarat untuk menjadi mitra Pertashop cukup mudah.

Persyaratannya meliputi: WNI yang memiliki izin usaha, memiliki kelengkapan administrasi yang masih berlaku, memiliki lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Pertashop.

Serta mendapat rekomendasi dari Kepala Desa setempat, dan memiliki modal sesuai dengan tipe Pertashop yang diinginkan.

Pertamina memiliki 3 skema Pertashop yang bisa dipilih WNI yang berminat sesuai dengan kemampuan modal yang dimilikinya.

Ketiga Pertashop tersebut, yaitu Pertashop Gold (investasi Rp250 juta), Pertashop Platinum (investasi Rp400 juta), dan Pertashop Diamond (investasi Rp500 juta).

Ketiga skema tersebut memiliki estimasi pengembalian modal mulai dari 3 hingga 5 tahun, tergantung skema yang dipilih dan pendapatan penjualan.

Untuk menjalankan usaha ini, mitra Pertashop akan mendapatkan dukungan penuh dari Pertamina berupa:
1. Perangkat Pertashop, meliputi: totem, tangki, dispenser termasuk instalasinya.
2. Pelatihan petugas operator Pertashop dan pendampingan selama 1 minggu.
3. Calon operator diberikan pelatihan magang di SPBU Pertamina terdekat.
4. Pelatihan operator melalui online.
5. SOP untuk mengoperasikan Pertashop.
6. Pembinaan tim Pertamina secara periodik.

Selain persyaratan administrasi, mitra Pertashop juga harus memperhatikan kondisi lokasi yang akan dijadikan Pertashop.

Pertamina menyampaikan beberapa persyaratan, yaitu: lokasi Pertashop harus bisa dilalui mobil tangki berbobot 8 ton, memiliki lahan yang luas untuk manuver mobil tangki saat pengisian BBM minimal 210 m2.

Selain itu, lokasi Pertashop tidak berdekatan dengan SPBU, memiliki ketersediaan jaringan listrik yang stabil, serta lokasi harus strategis dengan minimal pembeli 100 motor/hari.