Masih banyak yang meragukan kemampuan hypercar tersebut.

Bicara soal mobil produksi tercepat di planet ini, SSC Tuatara akhirnya menepis segala keraguan lewat uji coba di lintasan Johnny Bohmer Proving Ground, bulan lalu.

Hypercar itu mencatat kecepatan rata-rata 282,9 mil perjam (455,2 kilometer perjam) dalam dua percobaan. Angka tersebut sudah melampaui catatan Koenigsegg Agera RS saat memecahkan rekor pada 2017.

Dan, tentu saja kita tak menghitung upaya Bugatti Chiron Super Sport 300+ di fasilitas uji Ehra-Lessien pada 2019, karena hanya dilakukan dalam sekali run.

SSC Tuatara sekarang resmi jadi yang tercepat. Namun,  rasanya masih ada sesuatu yang mengganjal, hal yang perlu diselesaikan.

Pabrikan asal Amerika Serikat itu gagal membuktikan klaim awal mereka yang kontroversial pada Oktober 2020, yaitu mencapai kecepatan di atas 300 mpj (483 kmj).

Uji kecepatan pertama di Nevada kala itu dihujani keraguan, dan para pengkritik masih tidak terkesan dengan kemampuan Tuatara, walaupun akhirnya berhasil memecahkan rekor di Florida.

Galeri: SSC Tuatara Capai 445 Km/Jam di Johnny Bohmer Proving Grounds

Jerod Shelby, tentu saja tahu apa yang terjadi di luar sana.

Berbicara kepada Muscle Cars & Trucks, CEO SSC itu mengatakan bahwa mereka sekarang sedang merencanakan uji top speed berikutnya, dengan tujuan melenyapkan keraguan terhadap Tuatara.

Hambatan utama dari percobaan terakhir di John Bohmer Proving Ground adalah lintasannya yang hanya sepanjang 2,3 mil (jauh lebih pendek dibandingkan Nevada yang mencapai 7 mil),

Meski demikian, Shelby tetap yakin bahwa Tuatara akan bisa mencapai sasaran 300+ mpj di Florida, menganggap hal itu sebagai tantangan.

"Saya pikir kami bisa menjadi mobil produksi pertama yang mampu melakoni 2 run dengan kecepatan rata-rata lebih dari 300 mpj. Jika kami berhasil melakukannya dalam jarak 2,3 mil, saya pikir itu adalah statement penting," kata Shelby kepada MC&T.

Pertanyaannya sekarang adalah kapan dan di mana, ditambah lagi, siapa yang akan berada di belakang kemudi.

Shelby tidak mengungkapkan informasi apa pun tentang hal tersebut dalam wawancaranya, jadi kita masih meraba-raba untuk saat ini.

Dr. Larry Caplin, pembalap di balik pemecahan rekor pada Januari 2021, yakin bahwa Tuatara dapat melakukan lebih dari apa yang dilakukannya saat itu.

Jadi, tidaklah mengada-ada jika kita berpikir bahwa dia akan kembali menjadi sosok yang bertugas di dalam kokpit.

Selain itu itu, SSC juga berencana untuk memecahkan rekor lap Nurburgring dengan menggunakan Tuatara. Patut dinanti.